Operator yang dimiliki oleh Saudi Telecom Company dari Saudi Arabia dan Maxis Communication dari Malaysia ini menunjuk penyedia solusi jaringan telekomunikasi Huawei Technologies untuk mengembangkan jaringan selulernya.
Sejak peluncurannya di bulan Februari 2008, Axis telah memiliki lebih dari 2000 unit BTS dan pelanggan lebih dari 1 juta. Melalui kerja sama ini, Huawei akan membuat model, membangun, meluncurkan, dan mengatur jaringan 2G/3G milik AXIS di pulau Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi selama 3Β tahun hingga 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proyek pengembangan jaringan ini, seperti dikutip dari rilisnya, Kamis (25/9/2008), Axis akan menggunakan RAN (Radio Access Network) sebagaiΒ salah satu solusi inovatif dari Huawei, termasuk penggabungan Fourth Generation BTS standar yangΒ dapat mendukung akses radio multimode antara GSM dan 3G, dan dapat membantu evolusi ke arahΒ HSPA+ (High Speed Packet Access) dan LTE (Long Term Evolution).
Dengan solusi RAN, evolusi jaringan dibuat lebih mudah bagi operator. Investasi ke berbagai macamΒ jaringan akses radio dapat dihindari dan selain itu, total biaya kepemilikan (TCO), termasuk lokasi ruangΒ konstruksi, biaya transmisi serta operasi dan pemeliharaan (O&M) dapat dikurangi.
Solusi RAN dari Huawei dapat menggantikan dan mengoptimalkan jaringan GSM sebelumnya, meningkatkan performansi jaringan, menurunkan biaya O&M, menurunkan konsumsi energi dan emisi karbon dioksida dan memberikan jalan untuk melancarkan evolusi jaringan di masa depan.
Punya uneg-uneg seputar layanan Axis? Sampaikan di detikINET Forum.
(dwn/fyk)