Kepopuleran Butet tak lepas dari kepiawaiannya berbicara di hadapan publik. Ia pandai membawakan cerita ataupun meniru aksen tokoh-tokoh terkenal.
Maka bisa dimaklumi jika si 'Raja Monolog' kemudian menamai blog internetnya sebagai 'Pengecer Cangkem' alias pengecer mulut. 'Cangkem' adalah bahasa Jawa yang jika diterjemahkan artinya adalah 'mulut'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naskah-naskah monolog Butet yang pernah dipentaskan terpampang di halaman utama blog, termasuk yang dulu sempat fenomenal di zaman Orde Baru yakni 'Lidah Pingsan'.
Tak ketinggalan pula dengan tulisan Butet yang banyak menghiasi media massa nasional, tersimpan cukup rapi di sini. Demikian pula dengan pengalaman hidupnya sehari-hari yang ditulis secara menggelitik.
Pun tidak hanya tulisan, foto-foto Butet juga banyak diposting , baik foto pribadi maupun foto saat sedang pentas teater.
Tak berlebihan kiranya jika blog milik Butet ini masuk dalam kategori cukup bagus. Penggarapannya tampak serius dan menu-menunya lengkap, mampu menggambarkan secara relatif utuh sosok seorang Butet, si 'Raja Monolog' sekaligus 'Pengecer Cangkem'.Β
(fyk/fyk)