Situs pribadi Akbar Tanjung itu diluncurkan Sabtu (5/4/2008) pukul 11.00 WIB di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Bang Akbar tidak keliru memilih situs sebagai jalan awal meniti 2009 nanti. Sayangnya, ya itu tadi, patronnya kelewat jadoel: Web 1.0.
Patron jadoel itu adalah model menyajikan informasi yang searah. Dari penerbit situs kepada pembaca. Ini sangat terlihat di bangakbar.com dari menu-menu yang tersaji: Beranda, biografi, sosok, berita, referensi, album. Kalau pun toh ada upaya melibatkan pembaca, bangakbar.com hanya memberi ruang lewat kontak atau pun kotak pesan. Kontak dan kotak pesan ini justru mencerminkan kekentalan patron Web 1.0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat saja situs kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama. Melalui www.barackobama.com, Obama melejit bak meteor. Sajian berita tidaklah ditonjolkan. Toh pola beritanya sedemikian komplit formatnya, mulai dari teks, foto, video.
Informasi terus mengalir. Obamablog juga mendapatkan tempat yang spesial di welcome page. Termasuk bagi Anda yang ingin menjadi donatur. Tak heran jika orang, baik dia pendukung Obama atau simpatisan, terus menerus berkunjung ke barackobama.com. Baik sekadar membaca maupun terlibat dalam diskusi.
Obama tidak sepenuhnya mengandalkan www.barackobama.com saja. Obama juga merambah ke berbagai situs jejaring sosial. Lihat saja di menu Obama Everywhere. Obama ada di Facebook, Myspace, Youtube, Flickr, Digg, dan lain lain. Obama Everywhere adalah sebuah jurus yang murah untuk berkampanye secara efektif melalui internet.
Lantas bagaimana dengan bangakbar.com? Tak ada salahnya segera menempuh patron Web2.0. Meniru Obama secara kreatif pun tidak jadi soal.
Bisakah? Inilah yang jadi soal. Urusan menampilkan informasi di bangakbar.com saja masih lelet. Cobalah buka bangakbar.com! Senin (7/4/2008) pukul 11.30 WIB, informasinya masih tak ada perubahan. Headline News masih tertanggal 4 April 2008 berjudul: Akbar Tanjung: 80% Golkar di Daerah Kecewa. Sedangkan Berita Terbarunya masih tertanggal 3 April 2008.
Bahkan, berita maupun foto-foto acara peluncuran bangakbar.com pun belum ditampilkan. Jadi untuk apa bikin situs Bang Akbar?
(bdi/wsh)