Peserta yang mengikuti Ubuntu Realese Party di Bandung tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar SMP, mahasiswa, dosen, dan profesional. "Peserta juga datang dari seluruh penjuru mata angin Bandung. Dari Padalarang di barat hingga Rancaekek di timur. Dari Lembang di utara dan Dayeuhkolot di Selatan," kata AndiΒ Sugandi, salah satu penggiat gerakan open source di Bandung.
Desmond, dari Museum Konferensi Asia Afrika mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung gerakan open source. "Semangat kebersamaan dan berbaginya itu sama dengan semangat Konferensi Asia Afrika," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersedia banyak fitur terbaru, antara lain GNOME 2.26, sistem notifikasi terbaru, proses booting yang lebih cepat, dukungan filesystem Ext4, Linux kernel 2.6.28, dukungan untuk cloud computing, dan masih banyak lagi.
KLuB merupakan sebuah komunitas tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan open source software di Bandung. "Kita mengajak warga BandungΒ untuk menggunakan software legal. Bahkan kita menawarkan software yang legal dan lisensinya bebas," kata Andi. "Bebas digunakan, bebas dimodifikasi dan bebasΒ didistribusikan."
Selain berkomunikasi di ruang maya melalui milis maupun forum, anggota KLuB juga sering kopi darat. "Kita setiap Sabtu sore bertemu di markas KLuB di Jl Tubagus Ismail 40," tandas Andi.
(faw/ash)