Ini berarti lebih cepat sembilan detik dibanding yang terjadi di tahun 2007. Adapun negara yang menduduki posisi pertama sebagai tuan rumah malware adalah Amerika Serikat dengan presentase 42 persen, dan disusul oleh China dengan 30,1 persen, Rusia 10,3 persen serta Jerman di urutan ke-4 dengan 2,2 persen.
"AS dan China memang sudah langganan untuk posisi ini. Bagaimanapun juga pengguna harus meningkatkan kewaspadaan dan hosting situs perlu memastikan bahwa mereka telah menambal celah yang ada di situs mereka," ujar Carole Theriault, konsultan keamanan di Sophos , seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (24/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punya cerita seru tentang virus dan malware? Yuk gabung di detikINET Forum!
(faw/ash)