Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Awas! Penipuan iPhone Duo Palsu Beredar, Begini Modusnya

Awas! Penipuan iPhone Duo Palsu Beredar, Begini Modusnya


Adi Fida Rahman - detikInet

The new Apple iPhone Duo displayed during Apples Sydney launch of its first folding phone, in Sydney, Australia, October 23, 2026. REUTERS/Hollie Adams
Awas! Penipuan iPhone Duo Palsu Beredar, Begini Modusnya Foto: REUTERS/Hollie Adams
Jakarta -

Penipuan iPhone Duo mulai bermunculan di internet. Kaspersky menemukan sejumlah situs palsu yang mencatut HP lipat pertama Apple tersebut untuk menjebak calon pembeli melalui diskon 25%, pemesanan khusus, hingga layanan pengecekan stok.

Situs penipuan ini dibuat menyerupai halaman resmi Apple untuk mengelabui korban. Pelaku menggunakan penghitung waktu mundur, meminta data pribadi, hingga mengarahkan calon pembeli melanjutkan komunikasi melalui saluran pribadi.

Kaspersky mengungkapkan situs penipuan tersebut ditemukan di berbagai negara. Pelaku memanfaatkan tingginya antusiasme terhadap iPhone Duo untuk menawarkan promosi yang tampak menggiurkan, padahal berpotensi menyebabkan pencurian data dan kerugian finansial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT



Modus Penipuan iPhone Duo Palsu

Setidaknya ada tiga modus penipuan iPhone Duo yang diungkap Kaspersky, yakni penawaran diskon palsu 25%, situs pemesanan multibahasa yang menyerupai Apple, dan pengecekan stok palsu yang meminta nomor WhatsApp serta alamat email.

Salah satu modus yang ditemukan adalah situs berbahasa Inggris yang menawarkan diskon iPhone Duo sebesar 25%. Situs tersebut menggunakan desain menyerupai halaman resmi Apple, lengkap dengan penghitung waktu mundur selama 30 menit.

Penipuan iPhone DuoPenipuan iPhone Duo Foto: Kaspersky

Penghitung waktu itu sengaja dipasang untuk menciptakan kesan bahwa penawaran akan segera berakhir. Harapannya, calon pembeli terburu-buru melakukan transaksi tanpa memeriksa keaslian situs.

Menariknya, situs palsu tersebut tidak langsung meminta informasi kartu kredit saat proses pemesanan. Pengunjung justru diminta mengisi nama, kontak, dan alamat pengiriman.

Setelah itu, situs mengklaim seorang manajer akan menghubungi pembeli untuk mengatur pengiriman serta pembayaran. Cara ini berpotensi menjadi pintu masuk penipuan lanjutan yang menyebabkan kerugian finansial.

Kaspersky juga menemukan situs penipuan multibahasa yang memungkinkan pengunjung memilih bahasa dan mata uang transaksi. Situs tersebut menampilkan berbagai fitur iPhone Duo untuk meyakinkan calon korban.

Bahkan, pelaku mengklaim pengguna akan diarahkan ke situs resmi Apple untuk menyelesaikan transaksi. Padahal, klaim tersebut tidak benar.

Modus lainnya ditemukan pada situs berbahasa Portugis. Penipu meminta calon pembeli memasukkan nomor WhatsApp dan alamat email dengan alasan memeriksa ketersediaan iPhone Duo.

Penipuan iPhone DuoPenipuan iPhone Duo Foto: Kaspersky

Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk melanjutkan komunikasi pribadi dan melancarkan serangan rekayasa sosial atau social engineering.
Pembeli iPhone Duo Jadi Target Menggiurkan

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, menjelaskan bahwa peluncuran perangkat flagship menjadi momentum yang sering dimanfaatkan penjahat siber.
"Para penipu bergerak cepat saat perangkat unggulan diluncurkan ke pasar, karena sensasi yang muncul menciptakan urgensi, dan urgensi tersebut menurunkan kewaspadaan," ujar Olga dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, situs penipuan sengaja dirancang agar terlihat meyakinkan. Setelah menarik perhatian calon pembeli, pelaku berusaha memindahkan komunikasi ke saluran pribadi sebelum korban sempat melakukan verifikasi.

"Bagi pelaku penipuan, pembeli perangkat unggulan adalah target yang sangat menguntungkan. Mereka adalah orang yang memang sudah bersedia mengeluarkan banyak uang, sehingga lebih mungkin untuk membagikan data pribadi atau informasi pembayaran," jelasnya.

Olga mengingatkan calon pembeli agar tidak mudah percaya terhadap penawaran diskon tidak resmi, pemesanan awal, maupun layanan pengecekan stok yang meminta informasi pribadi.

Di Indonesia, iPhone Duo sudah membuka masa preorder sejak 23 Oktober 2026 dan dijadwalkan mulai dijual pada 30 Oktober 2026.

Harga resmi iPhone Duo mulai Rp 45.678.910 untuk varian 256GB hingga Rp 75.999.000 untuk kapasitas 2TB. Mengingat harganya yang premium, calon pembeli perlu semakin berhati-hati terhadap penawaran diskon besar dari situs yang tidak dikenal.

Meski demikian, temuan Kaspersky mengenai situs penipuan di berbagai negara tersebut belum memastikan bahwa modus serupa sudah menyasar konsumen Indonesia.

Penipuan iPhone DuoPenipuan iPhone Duo Foto: Kaspersky

Tips Menghindari Penipuan iPhone Duo

Untuk menghindari jebakan penipuan saat membeli iPhone Duo maupun perangkat premium lainnya, Kaspersky membagikan sejumlah langkah pencegahan.

  1. Beli di toko resmi. Pastikan membeli iPhone Duo melalui Apple atau distributor dan penjual resmi yang tepercaya.
  2. Periksa alamat situs. Cermati URL, ejaan nama perusahaan, dan domain sebelum memasukkan informasi pribadi atau melakukan pembayaran.
  3. Jangan tergiur diskon besar. Waspadai penawaran dengan harga jauh lebih murah, terutama jika disertai penghitung waktu mundur yang memaksa pembeli segera bertransaksi.
  4. Lindungi informasi pembayaran. Pertimbangkan penggunaan kartu virtual atau metode pembayaran yang membatasi paparan informasi rekening dan kartu utama.
  5. Aktifkan autentikasi dua faktor. Gunakan 2FA pada akun penting, termasuk aplikasi keuangan, dan periksa riwayat transaksi secara berkala.
  6. Gunakan perlindungan keamanan. Solusi keamanan dengan fitur anti-phishing dapat membantu mendeteksi situs penipuan dan memblokir tautan berbahaya.

Kaspersky menekankan pentingnya memeriksa keaslian penawaran sebelum menyerahkan informasi pribadi maupun melakukan pembayaran. Calon pembeli iPhone Duo juga disarankan memeriksa harga resmi dan ketersediaan perangkat melalui kanal penjualan tepercaya.

"Jangan mudah percaya pada promosi yang menawarkan potongan harga tidak wajar atau mengarahkan transaksi melalui jalur tidak resmi," tegas Olga.



(afr/afr)




Hide Ads