Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Situs 9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi Online, Kok Bisa?

Situs 9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi Online, Kok Bisa?


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi iklan judol susupi situs lembaga pemerintah
Situs 9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi Online, Kok Bisa? Foto: detikINET using ChatGPT
Jakarta -

Vaksincom menemukan situs resmi sembilan institusi di delapan provinsi Indonesia disusupi promosi judi online (judol). Ironisnya, sebagian besar korban merupakan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi sumber informasi dan referensi ilmiah terpercaya.

Temuan pada awal Oktober 2026 ini diungkap pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya. Menurutnya, penyusup memanfaatkan reputasi situs kampus dan lembaga pemerintah agar promosi judi online muncul di hasil pencarian Google.

"Pelakunya bukan pemilik rumah, tetapi penyusup yang menumpang nama baik institusi untuk mengiklankan judi online," ujar Alfons dalam laporan yang diterima detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Alfons, tujuh dari sembilan kasus ditemukan pada situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah. Halaman yang seharusnya menampilkan penelitian justru digunakan untuk mempromosikan situs judi online.

Bahkan, dalam satu situs jurnal ditemukan belasan halaman yang disusupi, mulai dari halaman kontak, susunan redaksi, hingga artikel ilmiah.

9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi Online9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi Online Foto: Vaksincom

Daftar 9 Institusi yang Disusupi Judi Online

Berdasarkan temuan Vaksincom, berikut daftar sembilan institusi beserta lokasi dan bagian situs yang terdampak:

  1. Perguruan tinggi negeri di Jawa Timur: Situs jurnal ilmiah.
  2. Perguruan tinggi swasta di Jawa Timur: Situs jurnal ilmiah.
  3. Perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat: Situs jurnal pengabdian.
  4. Politeknik swasta di Sumatera Utara: Repositori karya ilmiah.
  5. Perguruan tinggi negeri di Riau: Situs unit daerah.
  6. Perguruan tinggi swasta di Lampung: Situs jurnal ilmiah.
  7. Perguruan tinggi keagamaan negeri di Bengkulu: Situs kampus.
  8. Lembaga pemerintah pusat di Kalimantan Timur: Situs publikasi kebijakan milik unit daerah.
  9. Perusahaan penerbit jurnal di Jawa Tengah: Situs jurnal.

Alfons menjelaskan bahwa identitas institusi sengaja tidak dipublikasikan. Tujuannya bukan untuk mempermalukan pihak yang terdampak, melainkan agar masalah keamanan tersebut segera ditangani.

9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi OnlineAlamat yang sama, isi berbeda. Kiri: yang dilihat pengunjung, situs jurnal kebijakan yang normal. Kanan: yang disuguhkan ke Google, halaman promosi judi berkedok toko online. Keduanya sengaja diburamkan. Foto: Vaksincom

Situs Terlihat Normal, Padahal Promosikan Judol

Hal yang mengkhawatirkan, penyusupan tersebut tidak selalu terlihat oleh pengunjung biasa. Alfons menemukan penggunaan mekanisme pengalihan tersembunyi yang membuat situs menampilkan konten berbeda kepada manusia dan mesin pencari Google.

Ketika diakses pengunjung, situs terlihat normal. Namun, saat dirayapi Google, halaman tersebut justru menyajikan promosi judi online.

"Kalau yang membuka manusia, ditampilkan situs yang normal. Kalau yang datang Google, disuguhi halaman judi," jelas Alfons.

Modus ini membuat pengelola tidak menyadari situs mereka telah disalahgunakan. Dalam kasus lain, pengunjung bahkan menemukan jendela penipuan berkedok penarikan uang.

9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi OnlineSatu kali pencarian, tiga situs resmi sekaligus muncul di halaman pertama Google: kampus swasta di Lampung, lembaga pemerintah pusat dan kampus negeri di Jawa Timur. Ketiganya mempromosikan situs judi yang sama. Nama institusi dan merek judi sengaja disamarkan. Foto: Vaksincom

Vaksincom juga menemukan sejumlah situs dari provinsi berbeda mempromosikan merek judi yang sama dengan pola kalimat serupa. Temuan ini mengindikasikan adanya penyusupan terkoordinasi, bukan sekadar aksi peretas individual.

Menurut Alfons, ada sejumlah kelemahan keamanan yang berpotensi dimanfaatkan penyusup, mulai dari aplikasi yang tidak diperbarui, kata sandi lemah, hingga pengelolaan akun yang buruk.

Selain itu, banyak institusi memiliki subdomain atau situs kecil yang tidak lagi digunakan tetapi masih aktif tanpa pengawasan memadai.

Sebagian situs bahkan masih menggunakan perangkat lunak yang didukung pembaruan keamanan. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa akun pengelola yang bocor menjadi salah satu pintu masuk penyusup.

Masalah lainnya, hanya tiga dari sembilan institusi yang memiliki kontak tim tanggap insiden siber yang mudah ditemukan.

Untuk mengantisipasi serangan serupa, Alfons menyarankan pengelola melakukan tiga langkah, yakni cek, tutup, dan kunci.

Pemeriksaan awal dapat dilakukan melalui pencarian Google menggunakan perintah site:namadomain.ac.id slot atau site:namadomain.go.id togel.

9 Institusi di 8 Provinsi Disusupi Judi OnlineBukan cuma di satu daerah. Situs jurnal kampus swasta di Jawa Timur dan situs unit daerah kampus negeri di Riau ikut dipakai mempromosikan slot dan togel. Perhatikan judul halaman jurnal di Jawa Timur yang berubah jadi harga dalam dolar Singapura, sama sekali tidak nyambung dengan isi jurnal. Foto: Vaksincom

Jika ditemukan konten mencurigakan, pengelola perlu mencari sumber penyusupan, memperbarui aplikasi dan plugin, menghapus akun tidak dikenal, serta menonaktifkan subdomain yang tidak digunakan.

Langkah berikutnya adalah mengganti kata sandi pengelola, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan menggunakan Google Search Console untuk membantu membersihkan hasil pencarian dari halaman judi.

Alfons mengingatkan bahwa menghapus halaman promosi judi saja tidak cukup. Celah keamanan yang menjadi pintu masuk penyusup juga harus ditutup agar kejadian serupa tidak terulang.



(afr/afr)






Hide Ads