Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City


Anggoro Suryo Jati - detikInet

(FILES) In this file photo taken on March 5, 2019 Football Leaks whistleblower Rui Pinto arrives at the Metropolitan Court in Budapest, Hungary, for his trial. - The Portuguese Rui Pinto,
Rui Pinto. Foto: Photo by FERENC ISZA / AFP
Jakarta -

Siapa sangka, seorang mahasiswa jurusan sejarah yang belajar peretasan secara otodidak mampu mengguncang industri sepak bola dunia.

Sosok tersebut adalah Rui Pinto, peretas di balik situs fenomenal Football Leaks yang berulang kali membongkar rahasia paling kelam milik para pemain bintang, agen, hingga klub raksasa Eropa.

Peretas Otodidak di Balik 'Football Leaks'

Petualangan Rui Pinto bermula pada tahun 2015. Menggunakan nama samaran John, pria asal Portugal yang saat itu tengah mengenyam pendidikan di Budapest tersebut mulai membocorkan puluhan juta dokumen rahasia ke dunia maya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksinya tercatat sebagai peretasan paling berpengaruh dalam sejarah olahraga:

ADVERTISEMENT
  • 70 Juta Dokumen Rahasia: Pinto berhasil meretas dan mengunduh lebih dari 70 juta berkas berisi kontrak pemain, kesepakatan agen, struktur rekening offshore, hingga skema manipulasi pajak bintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
  • Membongkar Skandal Dunia: Bocoran dokumen Pinto memicu dibukanya kembali kasus dugaan kekerasan seksual Ronaldo di Las Vegas, sanksi larangan tanding klub Twente akibat skema dana investasi Doyen Sports, hingga pengusutan korupsi politik Luanda Leaks di Angola.
  • Rekam Jejak Hukum & Informan: Pada 2019, Pinto ditangkap di Budapest dan diekstradisi ke Portugal. Meski dijatuhi hukuman percobaan 4 tahun atas tuduhan peretasan dan percobaan pemerasan terhadap Doyen Sports, Pinto memilih bekerja sama dengan otoritas hukum pada 2020 dengan menyerahkan arsip data terenkripsi dan masuk ke dalam program perlindungan saksi negara.

Bocoran Email yang Meruntuhkan Manchester City

Di antara jutaan dokumen yang diunduh Pinto, bocoran email internal Manchester City yang dipublikasikan media Jerman Der Spiegel pada 2018 menjadi karya terbesarnya yang paling berdampak sistemik.

Bocoran peretasan tersebut menjadi pintu masuk pengusutan panjang bagi The Cityzens:

  • Manipulasi Finansial Β£900 Juta: Email yang diretas Pinto membongkar skema sponsorship fiktif, di mana pemilik klub secara rahasia menyuntikkan dana pribadi berkedok pendapatan komersial guna mengelabui aturan Financial Fair Play.
  • Vonis Sejarah Liga Inggris: Berdasarkan bukti awal peretasan tersebut, Komisi Independen Liga Inggris pada 29 September 2026 secara resmi menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan berat selama 9 musim (2009/2010-2017/2018) dengan dampak laporan keuangan melebihi Β£900 juta (sekitar Rp 18,3 triliun).

Perlindungan Dicabut, Berjuang Hadapi Ancaman Pembunuhan

Ironisnya, keberhasilan Pinto membongkar skandal keuangan Manchester City justru mengancam keselamatan jiwanya. Hanya selang beberapa jam setelah vonis bersalah Man City diumumkan pada 30 September 2026, Komisi Perlindungan Saksi Portugal secara mengejutkan menghentikan seluruh pengawalan polisi dan fasilitas rumah aman bagi Pinto terhitung mulai 10 Oktober 2026.

Menghadapi gelombang ancaman pembunuhan (death threats) dan risiko pembunuhan berencana dari pihak-pihak yang dirugikan, Pinto kini menggalang dana sebesar 3 juta euro (sekitar Rp 51,5 miliar) via GoFundMe untuk membiayai pelariannya ke lokasi rahasia serta menyewa tim keamanan swasta independen.

"Hanya beberapa jam setelah putusan resmi kesalahan Manchester City, pemerintah secara sengaja menempatkan saya dalam situasi yang mengancam jiwa dengan mencabut perlindungan saksi. Saya tidak punya pilihan selain berpindah ke lokasi rahasia. Namun satu hal yang pasti: perjuangan membongkar kecurangan ini tidak akan berhenti," tegas Rui Pinto.

Meski otoritas Portugal membantah pencabutan ini terkait langsung dengan kasus Manchester City, Pinto meyakini ada tekanan besar di balik pencabutan hak perlindungan hukumnya tersebut, demikian dikutip detikINET dari Dailysports, Rabu (7/10/2026).



(asj/fay)




Hide Ads