Proses digitalisasi yang masif di sektor industri ternyata menyimpan risiko keamanan yang besar. Laporan terbaru dari Kaspersky ICS CERT mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026, lebih dari satu dari lima komputer sistem kontrol industri (industrial control systems/ICS) di Indonesia menghadapi ancaman siber.
Berdasarkan data Kaspersky, sebanyak 21,81% objek berbahaya berhasil diblokir pada komputer ICS di Indonesia selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini membuktikan bahwa organisasi industri terus-menerus menghadapi ancaman malware dan perangkat lunak berbahaya yang menargetkan lingkungan operasional mereka.
Sektor Energi Jadi Target Utama
Melihat data spesifik per industri di Indonesia, sektor yang berkaitan dengan energi dan infrastruktur kritis mencatatkan angka kerentanan paling tinggi. Hal ini dikarenakan kepentingan strategisnya dan besarnya dampak kerugian yang bisa ditimbulkan jika terjadi gangguan operasional.
Berikut adalah rincian persentase komputer ICS yang objek berbahayanya berhasil diblokir berdasarkan kategori industri di Indonesia (Q1 2026):
| Kategori Industri | Persentase Pemblokiran Objek Berbahaya |
| Minyak & Gas (Migas) | 28,0% |
| Tenaga Listrik | 24,5% |
| Otomasi Gedung | 24,5% |
| Teknik & Integrasi ICS | 21,2% |
| Konstruksi | 20,5% |
| Manufaktur | 19,4% |
| Biometrik | 19,3% |
"Organisasi industri di Indonesia menghadapi lanskap ancaman yang semakin kompleks seiring dengan perluasan transformasi digital di berbagai sektor penting," kata Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (18/6/2026).
Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"
(asj/fay)