Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pakai AI, Google Lindungi Pengguna Workspace dari Ransomware

Pakai AI, Google Lindungi Pengguna Workspace dari Ransomware


Anggoro Suryo - detikInet

Google drive
Foto: (Google Drive)
Jakarta -

Ancaman ransomware dan penyimpanan awan bisa menjadi kombinasi yang sangat berbahaya jika tidak dimitigasi dengan tepat. Ketika malware mengenkripsi file yang tersimpan di server internet, pengguna dan organisasi sering kali tidak memiliki cara mudah untuk memulihkan data mereka tanpa membayar tebusan.

Untuk itulah Google menghadirkan solusi perlindungan anti-ransomware bertenaga AI bagi pelanggan Workspace. Fitur ini kini tersedia untuk pengguna Google Drive for Desktop setelah melalui tahap pengembangan dan penyempurnaan selama beberapa bulan terakhir, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (3/4/2026).

Model AI terbaru yang disematkan diklaim mampu mendeteksi infeksi terkait ransomware 14 kali lebih banyak dibandingkan versi sebelumnya. Sistem ini bekerja lebih cepat dan memberikan perlindungan yang jauh lebih kuat dibandingkan saat masih dalam tahap beta. Google melaporkan bahwa ribuan pengguna telah menguji alat ini dan membuktikan kemampuannya dalam skala besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Perisai anti-ransomware baru ini mencakup dua fungsi utama, yaitu deteksi ransomware dan pemulihan file. Sistem deteksi menggunakan model AI khusus untuk memantau perilaku mencurigakan saat Google Drive for Desktop berjalan di PC. Jika aktivitas mirip ransomware terdeteksi, sinkronisasi file akan otomatis dihentikan dan pengguna akan menerima notifikasi desktop. Administrator juga akan mendapatkan peringatan melalui pusat keamanan konsol serta email.

Setelah ancaman terdeteksi, pelanggan dapat mengganti file lokal yang terenkripsi dengan salinan bersih yang tersimpan di Google Drive. Proses pemulihan file ini dapat dilakukan pada banyak dokumen sekaligus, sehingga menghemat waktu dan biaya karena organisasi tidak perlu lagi berurusan dengan permintaan tebusan dari peretas.

Fitur deteksi dan pemulihan ini sudah tersedia bagi pengguna akhir maupun admin IT di organisasi perusahaan. Secara default, kedua fitur tersebut sudah aktif otomatis, meskipun administrator memiliki opsi untuk menonaktifkannya jika diperlukan. Untuk mendapatkan peringatan deteksi ini, pengguna diwajibkan menggunakan aplikasi Drive for Desktop versi terbaru (v114 atau yang lebih baru).

Google menyatakan bahwa fitur keamanan baru ini dirancang untuk meminimalkan dampak serangan malware pada PC dalam ekosistem Workspace. Meskipun tren ancaman siber terus berkembang dengan adanya model bahasa besar dan layanan AI lainnya, infeksi ransomware tetap menjadi salah satu risiko paling parah bagi keamanan data bisnis saat ini.




(asj/rns)






Hide Ads