Indeks Keamanan Siber RI Ke-24 di Tingkat Global, Ke-3 di ASEAN

ADVERTISEMENT

Indeks Keamanan Siber RI Ke-24 di Tingkat Global, Ke-3 di ASEAN

Dea Duta Aulia - detikInet
Rabu, 10 Agu 2022 17:21 WIB
Ilustrasi keamanan siber
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Indonesia berada di peringkat ke-24 pada Global Cybersecurity Index dari 194 negara di seluruh dunia. Adapun Indonesia memiliki skor skor 94,88.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara BSSN Ariandi Putra saat kegiatan launching Badan Narkotika Nasional-Computer Security Incident Response Team (BNN-CSIRT) pada Selasa (9/8) di Jakarta.

"Hal ini tak lepas dari keberhasilan kinerja seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, pelaku usaha (industri), akademisi maupun komunitas/masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Ia menjelaskan CSIRT merupakan salah satu major project yang dijalankan oleh BSSN guna memperkuat keamanan siber Indonesia. Pembentukan CSIRT tertuang dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024 yang mentargetkan terbentuknya 131 CSIRT yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga dan daerah di Indonesia.

"CSIRT merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalam penilaian Global Cybersecurity Index," jelasnya.

Ia menambahkan melalui torehan tersebut, membuktikan Indeks Keamanan Siber Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada tingkat regional, Indonesia menempati peringkat ke-6 di Asia Pasifik dan peringkat ke-3 di ASEAN setelah Singapura dan Malaysia. Hal ini berdasarkan Global Cybersecurity Index (GCI) Tahun 2020 yang laporannya diterbitkan oleh International Telecommunication Union pada tahun 2021.

"Indeks Keamanan Siber Indonesia berada pada peringkat ke-24 dari 194 negara dan mengalami peningkatan dari peringkat ke-41 di tahun 2018," jelasnya.

GCI merupakan salah satu indikator Prioritas Penguatan Ketahanan dan Keamanan Siber yang ditandai dengan target peningkatan skor GCI yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Skor Indonesia yang dicapai pada GCI tahun 2020 adalah 94,88 atau naik sebesar 17,28 poin dari skor pada tahun 2018.

"GCI merupakan referensi terpercaya yang mengukur komitmen negara-negara anggota terhadap keamanan siber (cybersecurity) tingkat global. Tingkat perkembangan keamanan siber di setiap negara dianalisis berdasarkan 5 (lima) pilar, yaitu: Legal Measures, Technical Measures, Organizational Measures, Capacity Development Measures dan Cooperation Measures," tutupnya.



Simak Video "Jaga Keamanan IKN, BSSN Siapkan Pasukan Siber"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT