Virus & Malware
James Kay: Jangan Abaikan Spam
- detikInet
Inggris -
BlackSpider Technologies, sebuah perusahaan layanan keamanan mengatakan, jumlah virus yang terdapat dalam e-mail mampu dibendung hingga jumlahnya turun, tetapi jumlah spam yang beredar justru mbludak. Dari semua e-mail yang diperiksa BlackSpider Technologies, jumlah e-mail yang mengandung virus hanya berjumlah kurang dari satu persen, sedangkan jumlah spam yang mereka periksa, justru mencapai 87,74 persen. Rekor spam tertinggi terjadi pada 21 hingga 23 Mei lalu, ketika perusahaan-perusahaan di Inggris dibanjiri oleh lebih dari 250 juta e-mail spam.Gara-garanya sekitar 150 ribu komputer berhasil disusupi botnet, dan peningkatan tertinggi terjadi pada 22 Mei lalu.James Kay, Chief technology Officer BlackSpider mengatakan, serangan ini merupakan sebuah peringatan untuk tidak mengabaikan spam. "Meskipun sudah lawas, serangan spam masih merupakan sebuah ancaman," imbuhnya seperti dilansir detikINET dari Vnunet, Jumat (2/6/2006).Meskipun demikian Kay juga menyarankan agar tidak mengabaikan virus. Menurut Kay meskipun jumlah e-mail yang membawa virus hanya sekitar 0,73 persen, namun jumlah mesin yang disusupi dan digunakan sebagai spambot menunjukkan bahwa virus masih menjadi sumber masalah.Posisi teratas malware masih dtempati oleh Netsky.P, kemudian diikuti Trojan-Spy.HTML.Bankfraud.od yang berada diurutan kedua serta Download.Trojan pada tempat ketiga.
(oktoria/)