Pendiri Kaspersky Berang Jerman Larang Antivirus Buatannya

Pendiri Kaspersky Berang Jerman Larang Antivirus Buatannya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 19 Mar 2022 07:04 WIB
Eugene Kaspersky
Eugene Kaspersky. Foto: Getty Images
Jakarta -

Pendiri perusahaan anti virus Kaspersky, Eugene Kaspersky, tak dapat menutupi rasa kecewanya karena Jerman melarang produknya digunakan. Eugene menilai pelarangan itu tidak ada bukti atau dasarnya.

Seperti diberitakan, Federal Office for Information Security (BSI) mengklaim bahwa dengan memakai produk anti virus Kaspersky, para pebisnis misalnya berisiko untuk dimata-matai atau dipaksa meluncurkan serangan siber.

"Manufaktur IT Rusia bisa saja melakukan operasi serangan sendiri, dipaksa untuk menyerang sistem yang diincar atau dimata-matai tanpa sepengetahuan mereka atau sebagai alat untuk mengintai konsumennya," kata BSI.

Dalam surat terbuka, Eugene mempertanyakan pengumuman itu. "Tanpa menyebut detail, saya bisa mengatakan bahwa klaim itu adalah spekulasi yang tidak didukung dengan bukti obyektif ataupun detail teknis," tulis Eugene.

"Tidak ada bukti penyalahgunaaan Kaspersky pernah ditemukan dan itu terbukti dalam sejarah perusahaan yang berusia 25 tahun, yang tetap bertahan dalam upaya tak terhitung semacam itu," tambah dia.

"Tanpa bukti, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa keputusan BSI didasari hanya karena politik. Ini ironis bahwa organisasi yang mengedepankan transparansi dan kompetensi teknis, nilai yang sama dengan Kaspersky, memutuskan atau dipaksa untuk melanggar prinsipnya itu," pungkasnya.

Sebelumnya di tahun 2017, pemerintah Amerika Serikat juga melarang pemakaian Kaspersky di negara itu.

Di tahun yang sama, lembaga siber Inggris mengumumkan pada seluruh departemen pemerintahan untuk tidak menggunakan produk Kaspersky di sistem yang terkait dengan keamanan nasional.

Di Jerman, pengumuman itu membuat klub sepakbola Eintracht Frankfurt memutus kontrak Kaspersky sebagai sponsor. "Kami menyesalkan perkembangan ini," kata juru bicara klub.



Simak Video "McDonald's keluar dari Rusia, Konsumen Kecewa"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)