Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Target Vendor dan Pengguna Gaptek Percepat Virus

Target Vendor dan Pengguna Gaptek Percepat Virus


- detikInet

Jakarta - Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari PT Vaksincom menilai, penyebaran virus di "jagad" seluler, dipicu karena dua hal."Penyebabnya adalah karena kepentingan vendor seluler yang dikejar omzet, ditambah ulah pengguna gaptek yang sulit menolak hal baru/gratisan," kata Alfons dalam pernyataan tertulisnya yang diterima detikINET, Kamis (4/5/2006).Pengguna ponsel, menurut Alfons, sering kali mudah terjebak dengan tawaran gratis yang diiming-imingi lewat ponsel. "Sehingga kalau ditawarkan pilihan pasti mengklik tombol [Yes] atau [Agree] dan pantang mengklik [No]. Padahal yang ditawarkan adalah kiriman virus," ujarnya.Soal perilaku vendor yang mengejar target, Alfons menjelaskan bahwa vendor ponsel (dan vendor perangkat teknologi lainnya) 'dipaksa' untuk selalu berinovasi demi meningkatkan penetrasi pasar yang makin lama makin sulit.Ketika penetrasi ponsel sudah makin tinggi, vendor ponsel akan mencari cara untuk mendorong pemilik ponsel untuk menggantinya dengan yang baru, utamanya dengan ponsel-ponsel yang berteknologi atau model baru. "Nah, Bluetooth, MMS dan MMC merupakan teknologi baru yang ditawarkan kepada para pengguna seluler," ujar Alfons. Dari sana, pengguna yang tadinya merasa cukup dengan SMS, mulai tergiur untuk berkirim foto via ponsel. "Padahal kalau sudah beli, mungkin setahun belum tentu kirim MMS sekali. Wong orang lain handphonenya layarnya masih Black and White, kok dikirimi MMS yang full color," tuturnya.Konektivitas antara ponsel dengan perangkat lain seperti handsfree atau komputer yang semula menggunakan kabel, pun kemudian diganti dengan nirkabel supaya lebih praktis. Pengguna pun tak jarang rela merogoh kocek lebih dalam, demi berlangsungnya konektivitas secara nirkabel.Virus PonselSalah satu virus yang marak menginfeksi ponsel di Indonesia adalah Commwarrior. Virus ini sejatinya sudah lama muncul, dan saat ini sudah menelorkan varian kelima (Commwarrior.E).Commwarrior yang menyebar di Indonesia adalah varian awal, yang menyebar hanya lewat Bluetooth. Pada varian yang paling anyar, kemampuannya sudah ditingkatkan sehingga selain menyebarkan dirinya melalui Bluetooth dan MMS, ia juga memiliki kemampuan tambahan menginfeksi MMC (Multimedia Card), ujar Alfons.Aksi Commwarrior terbilang relatif sederhana dan belum melakukan rekayasa seperti melakukan hidden file, blok akses ke proses virus atau melakukan restart ponsel. Tetapi untuk ukuran virus ponsel, Comwarrior termasuk canggih karena memiliki kemampuan mengirimkan dirinya baik melalui Bluetooth, MMS dan MMC Card, tutur Alfons.Seperti Seks BebasBelajar dari dunia komputer, Alfons mengungkap bahwa syarat utama penyebaran virus di dunia seluler adalah: piranti dapat diprogram oleh pihak ketiga dengan mudah. Ponsel generasi lawas (G1 dan G2), menurut Alfons pemrogramannya masih sederhana dan terbatas, sehingga tidak memungkinkan ada virus. "Berbeda dengan handphone generasi terakhir yang memiliki kemampuan makin lama makin mendekati komputer, dan mudah diprogram oleh pihak ketiga sesuai dengan tuntutan industri," tutur Alfons.Di dunia komputer, penyebaran virus meroket sejak adanya jaringan, baik intranet maupun internet di tahun 1990-an. Untuk seluler, Alfons menilai hal ini terjadi sejak Bluetooth dimasukkan sebagai salah satu fitur wajib bagi handphone mid range. Bluetooth memungkinkan keterhubungan banyak ponsel, sekalipun pemiliknya saling tidak mengenal. Asalkan berdekatan secara fisik sudah cukup untuk melakukan hubungan Bluetooth. "Layaknya hubungan seks bebas, virus handphone menemukan momentum yang tepat untuk menyebar, terutama melalui Bluetooth," ujar Alfons.Meskipun belum disertai rekayasa sosial yang sangat canggih, Alfons menilai Commwarrior dapat memanfaatkan ketidaktahuan korban untuk menyebarkan dirinya. Korban virus rata-rata tidak tahu ponselnya masih dalam setingan default. (nks) (ketepi/)







Hide Ads