Apple 'Bagi-bagi' iPhone ke Hacker

Apple 'Bagi-bagi' iPhone ke Hacker

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 26 Des 2020 12:24 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Apple menepati janjinya dengan 'membagikan' iPhone spesial untuk para hacker white hat, alias peneliti keamanan yang terdaftar dalam program Security Research Device (SRD).

Program SRD ini dibuat Apple untuk meningkatkan keamanan bagi semua pengguna iOS. Caranya adalah dengan merekrut peneliti keamanan untuk menguji keamanan sistem operasi dan perangkatnya.

Disebut iPhone spesial karena para peneliti bisa mengakses sistemnya lebih dalam dibanding iPhone yang dijual di pasaran. Dengan begitu, peneliti bisa menjalankan berbagai software dan peralatan mereka dengan lebih mudah, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (26/12/2020)

"Namun selain itu, SRD bakal berfungsi layaknya iPhone biasa agar bisa semirip mungkin dengan target penelitiannya," tulis Apple.

Untuk membantu para peneliti keamanan tersebut, Apple mengirimkan iPhone spesial untuk membantu mereka menemukan celah keamanan. Perlu diingat, iPhone ini tak menjadi hak milik para peneliti tersebut, melainkan tetap menjadi milik Apple.

Selain itu, iPhone-nya pun tak ditujukan untuk penggunaan pribadi sehari-hari. Melainkan harus disimpan dan hanya digunakan untuk keperluan pencarian celah keamanan.

Semua celah yang ditemukan dalam program SRD harus dilaporkan ke Apple. Atau jika celah yang ditemukan ternyata milik program pihak ketiga, maka celahnya harus dilaporkan ke developer yang bersangkutan.

Setiap celah yang ditemukan lewat SDR otomatis bakal mendapat hadiah lewat program Apple Security Bounty.

Peneliti keamanan yang ingin ikut program SRD harusnya mempunyai akun Apple Developer Program, dan punya rekam jejak bagus, yaitu terbukti pernah menemukan celah keamanan di platform Apple, atau OS dan platform modern lain.



Simak Video "Sengaja Bikin iPhone Lemot, Apple Didenda USD 113 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)