FBI Terbitkan Peringatan Spam
- detikInet
Jakarta -
Masih ingat dengan bencana pertambangan Sago yang terjadi di kawasan Virginia Barat Amerika Serikat dua minggu silam? Bencana yang telah merenggut 12 nyawa buruh tambang itu kini menjadi 'tunggangan' para penyebar spam (spammer).Federal Bureau of Investigation (FBI) menilai ancaman ini cukup serius. FBI pun 'turun tangan' dengan mengeluarkan peringatan bahwa para spammer saat ini tengah mengeksploitasi bencana tersebut. Memanfaatkan isu tersebut untuk mengelabui para korbannya.Teknik yang dilancarkan para spammer masih seperti yang dulu, yakni lewat e-mail palsu. Tentu saja dengan tujuan untuk mencuri informasi pribadi dari penerimanya, dan meraup keuntungan finansial dengan menjual informasi tersebut.Seperti dilansir detikinet dari vnunet Senin (16/1/2006), e-mail tersebut mengaku mau mengumpulkan dana guna menyelamatkan nyawa Randal McCloy, satu-satunya orang yang selamat dari bencana itu. Saat ini McCloy dikabarkan masih dalam keadaan kritis di rumah sakit sesudah hampir dua hari terjebak di bawah tanah. Bunyi pesan yang terpampang di e-mail tersebut kurang lebih sebagai berikut:"Kami membutuhkan bantuan keuangan Anda secara sukarela untuk warganegara kami agar McCloy bisa menjalani semua operasi bedah dan perawatan medis yang dibutuhkan. Operasi itu diperkirakan akan menghabiskan dana hingga beberapa juta dolar."Di bawahnya tertera pesan lanjutan yang berbunyi: "Besar kecilnya dana yang Anda sumbangkan untuk operasi tersebut tidak masalah bagi kami.""Mereka (spammer-red) sengaja memanfaatkan bencana tambang itu untuk mencuri informasi dari orang lain, tanpa memikirkan penderitaan keluarga korban," tandas Graham Cluley, Senior Konsultan Teknologi di Sophos.Menurut Cluley, setiap orang sebaiknya waspada terhadap e-mail seperti ini. Trik e-mail seperti ini sudah sering dipakai untuk mencuri informasi rekening bank dan uang milik korban.Tahun lalu saja, para spammer juga kedapatan telah melancarkan aksinya saat tragedi tsunami, angin topan Katrina dan pemboman teroris di London.Pihak FBI kini tengah menyelidiki e-mail tersebut. FBI mengimbau agar pengguna e-mail berhati-hati jika menerima e-mail terkait bencana tambang Sago itu. Dan segera melapor ke Pusat Pengaduan Kejahatan Internet FBI di http://www.ic3.gov/.
(ien/)