Karyawan Diklarifikasi Polisi Terkait Kebocoran Data, Tokopedia Buka Suara

Karyawan Diklarifikasi Polisi Terkait Kebocoran Data, Tokopedia Buka Suara

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 14 Jul 2020 18:25 WIB
e-Commerce Tokopedia
Diselidiki soal Kebocoran Data, Tokopedia: Kami Hormati Proses. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Tokopedia menanggapi proses pemeriksaan oleh Bareskrim Polri terkait kasus pembobolan data pengguna. Apa kata mereka?

Posisi Tokopedia sendiri sebagai pelapor. Mereka mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait proses klarifikasi yang tengah berlangsung. Tokopedia hanya menyebut menghormati proses pemeriksaan tersebut.

"Mengingat proses investigasi masih berlangsung, tidak banyak yang bisa kami sampaikan. Tokopedia menghormati proses tersebut," ujar Nuraini Razak, VP of Corporate Communications, Tokopedia.

Sejauh ini sudah ada tiga orang karyawan Tokopedia di bagian IP security yang diklarifikasi oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Mereka dimintai keterangan terkait pembobolan data pengguna tersebut.

"Direktorat Tindak Pidana Siber (Bareskrim Polri) juga sedang melakukan klarifikasi terhadap rekan-rekan dari internal Tokopedia. Sudah ada tiga orang yang dilakukan klarifikasi antara lain mereka merupakan IP security," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2020).

Awi menuturkan sampai saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan. Penyelidikan antara lain dengan menganalisis anomali IP address.

"Perkembangan kasus pembobolan data Tokopedia, hari ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan dan masih melakukan analisa anomali IP address yang masuk ke sistem di Tokopedia," terang Awi.

Sebelumnya pihak Tokopedia sendiri sudah menyadari adanya pihak ketiga yang memposting informasi data pengguna mereka di media sosial dan forum internet. Menurut Nuraini, data yang diposting itu adalah data pelanggan mereka yang dicuri pada Mei lalu.

"Kami menyadari bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah mem-posting informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait cara mengakses data pelanggan kami yang telah dicuri," kata dia dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (6/7)

Nuraini menyebut Tokopedia sudah melaporkan hal ini ke polisi dan mengingatkan semua pihak untuk menghapus semua informasi yang memfasilitasi akses ke data hasil curian tersebut. Ia juga memastikan kalau password pengguna Tokopedia tetap terjaga enkripsi.



Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)