WFH dan Perangkat Jadul Bikin Risiko Keamanan Siber Meningkat

WFH dan Perangkat Jadul Bikin Risiko Keamanan Siber Meningkat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 19 Jun 2020 12:34 WIB
WFH
Ilustrasi WFH. Foto: shutterstock
Jakarta -

Meningkatnya pegawai yang bekerja dari rumah (work from home - WFH) selama pandemi Corona berdampak pada meningkatnya risiko keamanan jaringan perusahaan.

Risiko keamanan itu akan meningkat jika perusahaan masih mempertahankan perangkat jaringan yang usang atau jadul. Pasalnya lonjakan konsumsi bandwidth dari karyawan yang WFH saja sudah cukup untuk menambah ketegangan pada jaringan.

"Di dalam 'normal baru' ini, akan banyak bisnis perlu, jika tidak dipaksa, untuk meninjau strategi jaringan dan keamanan arsitektur, operasional dan dukungan model untuk mengelola risiko operasional dengan lebih baik. Kami berharap untuk melihat perubahan strategi dalam menciptakan prioritas pada kelangsungan bisnis dan persiapan untuk masa depan jika sistem 'lockdown' mulai mereda," ujar Rob Lopez, Executive VP Intelligent Infrastructure NTT dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Infrastruktur jaringan perlu dirancang secara tepat dan dikelola untuk menghadapi lonjakan yang tidak direncanakan, di mana hal ini perlu untuk dilihat kembali baik di cloud dan infrastruktur fisik di perusahaan sehingga dapat mengurangi dampak dan frekuensi pemadaman bisnis," lanjutnya.

Perangkat yang usang mempunyai kerentanan setidaknya dua kali lebih besar untuk setiap perangkatnya dibanding perangkat yang lebih baru. Parahnya lagi, risiko akan semakin besar jika perusahaan menunda pembaruan perangkat, atau masih meninjau ulang pembaruan saat perangkat tersebut sudah habis masa pakainya.

Pasalnya untuk pembaruan perangkat perlu dilakukan secara bertahap. Bahkan seringkali negosiasi dengan pemilik teknologi berdasarkan perjanjian pemeliharaan atau perpanjangan garansi dapat dilakukan.

Kondisi new normal ini juga membuat perusahaan perlu melakukan penataan ulang terhadap cara kerjanya. Seperti penerapan ruang kerja yang cerdas untuk mengakomodasi physical distancing di kantor, dan tetap menerapkan kerja jarak jauh.

Sementara itu, dengan adopsi infrastruktur nirkabel baru yang meningkat - peningkatan 13% dari tahun ke tahun - dan munculnya kantor terbuka dan ruang kerja bersama, maka pendekatan baru untuk semua arsitektur jaringan akan sangat diperlukan.