Selasa, 14 Jan 2020 12:50 WIB

Hacker Rusia Susupi Jaringan Perusahaan Migas Ukraina

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Internet
Jakarta - Jaringan komputer milik perusahaan migas Ukraina bernama Burisma terindikasi disusupi hacker asal Rusia.

Menurut perusahaan keamanan siber bernama Area1, mereka menemukan adanya indikasi kalau jaringan komputer Burisma sudah disusupi oleh hacker yang dibekingi oleh pemerintah Rusia.

Menurut mereka, ada pegawai Burisma yang tertipu dan memberikan akses login ke komputernya lewat sebuah situs palsu yang dibuat oleh GRU, intelijen militer Rusia. Situs tersebut didesain untuk terlihat sangat mirip dengan situs yang sehari-hari diakses oleh para pegawai Burisma.

Dilansir New York Times, Selasa (14/1/2020), aksi serangan phishing ini dimulai sejak awal November, tepatnya saat pemberitaan di AS diramaikan oleh pemakzulan Donald Trump.


Sebenarnya, menurut pengamat keamanan siber yang berbicara kepada CNN, ini bukan pertama kalinya hacker Rusia meretas Burisma. Hacker Rusia memang disebutnya sangat agresif dalam melakukan serangan siber di Ukraina.

Namun peretasan kali ini menjadi perhatian karena nama Burisma yang dikaitkan dengan Presiden Trump dan Pilpres AS 2020. Ditambah lagi tudingan terhadap Rusia yang sering turut campur terhadap urusan Pilpres di AS.

Burisma sendiri adalah perusahaan yang tengah ramai jadi bahan perbincangan karena terkait dengan pemakzulan Presiden AS Donald Trump. Trump diketahui beberapa kali menelpon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memaksanya menyelidiki kasus korupsi yang diduga dilakukan salah satu komisaris di Burisma, yaitu Hunter Biden.

Hunter Biden ini adalah anak dari Joe Biden, wakil presiden AS selama periode 2009-2017, dan bakal menjadi rival utama Trump dalam Pilpres AS 2020. Paksaan Trump ini diikuti dengan ancaman menahan bantuan USD 250 juta untuk militer Ukraina.

Simak Video "Tempat Ini Diklaim Paling Aman dari Teror Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)