Kamis, 09 Jan 2020 09:50 WIB

Rp 28 Juta Lenyap dari Rekening Pengguna, Ini Tanggapan Gojek

Tim - detikInet
Ilustrasi. Foto: Unspslah
Jakarta - Gojek menyatakan akan mendampingi pengguna aplikasinya di Sorong, Papua yang kehilangan Rp 28 juta karena ditipu. Pelaku rupanya menggunakan metode kejahatan siber yang disebut sebagai social engineering.

"Sangat disayangkan Ibu Prameswara dan salah satu mitra pengemudi kami telah menjadi korban dari modus penipuan berbasis social engineering melalui telepon yang mengatasnamakan Gojek," kata Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman, melalui pesan tertulis kepada Antara, Kamis.

Gojek sudah menemui korban dan memberi penjelasan atas kasus ini. Mereka pun bakal mendampingi korban sampai pelaku ditemukan dan uang yang dibobol dari akun bank korban dapat dikembalikan.


"Gojek membantu korban untuk menyediakan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses pembuatan laporan ke pihak kepolisian," kata Mulawarman.

Seperti diberitakan Antara, seorang penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) di Sorong bernama Prameswara, kehilangan uang Rp 28 juta di akun bank karena ditipu pelaku yang mengaku sebagai pengemudi Gojek. Itu terjadi setelah dia memesan makanan lewat GoFood.

Peristiwa itu terjadi pada 6 Januari lalu, di mana Prameswara memesan makanan dan menggunakan pembayaran lewat dompet digital GoPay. Dia kemudian ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai pengemudi Gojek, yang mengambil pesanan GoFood tersebut.

Pelaku mengaku saldo GoPay di akunnya sedang bermasalah sehingga dia meminta korban mengirim uang ke akun pribadinya agar pesanan bisa dibeli. Setelah itu, dia memberi instruksi pada korban untuk mengirim uang menggunakan e-banking atau ATM.

Korban, yang tidak curiga, mengikuti anjuran tersebut. Dia baru sadar ada yang tidak beres setelah menerima SMS dari bank. Korban pun ke bank untuk mencetak rekening koran dan terlihat dia kehilangan Rp 28 juta setelah transaksi dengan penipu.


Social engineering sendiri adalah cara hacker mencuri informasi langsung dari mulut pengguna. Cara kerja social engineering sebenarnya sangat sederhana.

Melalui hubungan sosial seperti obrolan hacker bisa mengorek informasi yang dibutuhkannya. Umumnya hacker akan memanfaatkan ketidaksadaran target ketika mengorek informasi.

Simak Video "Cegah Mitranya Terinfeksi, Gojek Impor Sendiri 5 Juta Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)