Jumat, 06 Des 2019 19:50 WIB

Sepak Terjang Hacker yang 'Dihargai' FBI Rp 70 Miliar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Twitter @FBI Foto: Twitter @FBI
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah uang USD 5 juta atau Rp 70 miliar untuk informasi keberadaan hacker bernama Maksim Yakubets. Seperti apa sih sepak terjangnya di dunia kejahatan siber?

Yakubets memberi nama operasi peretasannya Evil Corp, dan juga dituding sebagai hackernya badan intelijen FSB milik Rusia. Ia bersama Igor Turashev disebut oleh pemerintah AS sebagai dua sosok kunci di balik malware finansial yang sukses mencuri lebih dari 100 juta dari berbagai perusahaan, baik di AS maupun negara-negara lain.

Evil Corp menggunakan metode phishing untuk menyusupkan software Dridex, Bugat, dan berbagai malware lain ke komputer korbannya. Tujuannya adalah untuk mencuri identitas, password, dan juga rekening bank korban, yang kemudian uangnya dicuri dengan ditransfer ke rekening mereka sendiri.

Software-sofrware andalan Evil Corp ini dibuat berdasarkan malware Zeus, yang dulunya sering dipakai untuk menjebol sistem keamanan jaringan bank. Dan Yakubets lah yang mengatur jaringan Evil Corp ini.


Pihak berwajib menyebut Yakubets terus menerus mengubah serangannya untuk menghindari kejaran pihak berwajib. Pada 2015 lalu, penyelidik AS dan Inggris sebenarnya sudah berhasil mematikan botnet Dridex, namun dalam hitungan minggu Evil Corp sudah bisa mengakali dan kembali menjalankan operasi serangan sibernya.

"(Grup ini) mempunyai tingkat kecanggihan dan cakupan ancaman yang sangat besar dan kami sangat melihat hal seperti ini," ujar Scott Brady, pengacara asal Pittsburgh, AS.
Selanjutnya
Halaman
1 2