Selasa, 03 Des 2019 15:53 WIB

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana!

Alfons Tanujaya - detikInet
Foto: Screenshot website Restoran Sederhana. Foto: Screenshot website Restoran Sederhana.
Jakarta - Jaringan waralaba ayam goreng dan burger secara de facto menguasai pasar restoran cepat saji di Indonesia dengan kemampuan manajemen yang mumpuni dan sulit disaingi pengusaha Indonesia.

Namun tidak berarti usaha kuliner Indonesia kalah di negeri sendiri. Hal ini dapat dilihat secara tidak langsung dari scam atau penipuan yang ramai beredar di group WhatsApp.

Jika sebelumnya scam yang beredar mencatut nama waralaba ayam goreng dan burger, akhir November 2019 beredar scam yang mencatut jaringan restoran khas Indonesia. (lihat gambar 1)

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 1. Scam makanan gratis Restoran Sederhana. Foto: Vaksincom


Kontan scam ini langsung viral dan ramai disebarkan oleh para pengguna WhatsApp yang baik hati dan gemar gratisan kepada sesama pengguna WhatsApp dan group-group WhatsApp.

Apakah bahaya scam ini dan apa tujuan pembuat scam sampai repot-repot mengambil logo Restoran Sederhana untuk mengendorse scamnya agar dipercaya oleh korban? Kenyataannya, memang masih banyak yang langsung percaya dan menyebarkan scam ini dengan harapan mendapatkan makanan gratis dan berbagi kebahagiaan dengan teman di WhatsApp.

Sudah pasti, scam ini merepotkan. Paling tidak, pengusaha Restoran Sederhana sampai harus memberikan pengumuman di situs resminya www.restoransederhana.id (lihat gambar 2).

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 2. Pengumuman Restoran Sederhana atas scam yang beredar. Foto: Vaksincom


Untungnya sampai artikel ini dibuat, tidak ada laporan insiden pelanggan restoran yang datang berbekal postingan WhatsApp dan minta makan gratis di Restoran Sederhana.


Motif scam


Tentunya kita bertanya-tanya, apa motif di balik penyebaran scam ini. Apa keuntungan untuk si pembuat scam, apakah tujuannya hanya narsis, atau hanya ingin membuat malu dan merepotkan si pemilik merek?

Menurut pantauan Vaksincom, motif di balik penyebaran scam ini tidak jauh-jauh dari keuntungan finansial klik iklan. Dalam kasus ini, penerima scam ibarat keledai yang digantungkan wortel di depan hidungnya supaya ia berlari untuk wortel yang tidak akan pernah didapatkannya.

Vaksincom mencoba mengikuti scam ini dan mendapatkan bahwa akhir dari scam ini adalah, korban diminta untuk menyebarkan scam ke kontak atau group WhatsApp yang diikutinya dan juga click bait.

Tampilan iklan atau survei yang akan memberikan keuntungan finansial pada pembuat scam dan bukan tidak mungkin melakukan aktivitas jahat seperti menginstalkan malware, atau memancing dan mengumpulkan data penting korbannya. Jika tautan di klik, akan menampilkan pop up yang berasal dari situs www.isgivingawayfreestuff.com (lihat gambar 3-5).

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 3. Iming-iming makan gratis dengan mengisi kuesioner. Foto: Vaksincom


Scam ini melakukan klaim bahwa Restoran Sederhana sedang merayakan ulang tahun ke-15 dan akan memberikan makanan gratis di semua Restoran Sederhana.

Untuk lebih meyakinkan korban, scam ini diikuti pula dengan kalimat waktu terbatas dan jumlah makanan yang tinggal sedikit (218 makanan tersisa), sehingga penerima pesan segera melakukan broadcast jika ingin mendapatkan makanan gratis.

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 4. Kuesioner berikutnya bertanya layanan apa yang dapat ditingkatkan. Foto: Vaksincom

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 5. Setelah mengisi kuesioner Anda diminta melakukan broadcast pesan untuk bisa makan gratis. Foto: Vaksincom

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 6. Syaratnya harus broadcast ke 5 teman di grup WhatsApp. Foto: Vaksincom


Jika Anda selesai broadcast ke 5 group teman, bukannya makanan gratis yang Anda dapatkan, tetapi iklan lain yang berafiliasi dengan pembuat scam ini. (lihat gambar 7).

Waspadai Scam Restoran Sederhana yang Tidak Sederhana! Gb. 7. Salah satu tampilan iklan/scam dari provider atau afiliasi pengiklan setelah melakukan broadcast. Foto: Vaksincom


Bahaya scam dan bagaimana menyikapinya


Apakah akibat scam ini hanya pembodohan yang membuat korbannya ibarat keledai yang diiming-imingi wortel di depan hidungnya?

Ada bahaya lain yang sangat potensial terjadi. Pembuat scam bisa dengan mudah mengarahkan perangkat korban pada infeksi malware, tanpa sadar menginstal spyware, trojan atau adware bandel yang tidak mau ditutup.

Scam ini juga bisa saja mengumpulkan data dan diam-diam memata-matai aktivitas Anda untuk dikirimkan ke server pengumpul data. Karena itu, harap ekstra hati-hati dalam mengklik atau menjalankan tautan apapun yang tidak Anda ketahui kebenaran sumbernya.

Lalu apa yang dapat dilakukan untuk menyikapi hal ini:

 Jika Anda menerima scam ini, segera informasikan kepada pengirim scam bahwa pesan tersebut tidak benar. Agar mereka percaya, lampirkan pemberitahuan dari situs Restoran Sederhana pada gambar 2 di atas atau artikel pendukung yang terpercaya.

 Jika Anda terlanjur mengirimkan scam, ada baiknya menghubungi teman WhatsApp yang Anda kirimi dan minta maaf telah mengirimkan scam. Ini adalah upaya menghentikan laju peredaran pesan scam tersebut. Diharapkan teman Anda tidak ikut menyebarkannya dan menjadi korban scam dan lebih berhati-hati di masa depan.

Pemilik brand Restoran Sederhana melalui domainnya yang terpercaya (.id) www.restoransederhana.id sudah melakukan tindakan yang tepat memberikan pengumuman bahwa scam tersebut tidak benar dan bisa menjadi rujukan yang dapat dipercaya bahwa broadcast ini adalah scam (lihat gambar 2).

Untuk para pemangku kepentingan, diharapkan aktif dan memblok situs penyebar scam dan afiliasinya. Sebagai informasi, isgivingawayfreestuff.com juga terlibat dalam penyebaran scam sejenis seperti scam voucher Makan Gratis Promo HUT ke-15 yang sudah dibantah oleh PT. Fastfood Indonesia.



*) Alfons Tanujaya adalah pakar keamanan dari Vaksincom. Dia aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.

Simak Video "Bos Biro Haji di Makassar Diduga Tipu Jemaah Buat Bayar Utang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)