Spyware Sony Berbuah Tuntutan
- detikInet
Jakarta -
Software anti pembajakan yang disertakan Sony dalam beberapa CD musik dinyatakan sejenis dengan spyware. Hasilnya, berbagai gugatan hukum pun bermunculan. Perusahaan antivirus Kaspersky menyebut piranti Digital Rights Management (DRM) dari Sony sebagai sejenis dengan Spyware. Divisi antivirus dari Computer Associates, eTrust, pun setuju dengan anggapan tersebut. Menyusul hal itu, sebuah organisasi perlindungan konsumen dan hak-hak sipil di era digital asal Italia mengajukan tuntutan terhadap Sony. Organisasi yang dikenal dengan nama Electronic Frontiers Italy (Associazione per la liberta nella comunicazione elettronica interattiva-ALCEI) itu menyebut Sony melakukan penipuan. Program DRM Sony menggunakan trik rootkit yang memungkinkan sebuah program bersembunyi dari pantauan sistem. Konon, dalam kasus tertentu, program tersebut bisa membuat komputer terganggu. Kemudian diberitakan oleh Reuters, yang dikutip detikinet Kamis (10/11/2005), di California, Amerika Serikat, Sony juga mengalami gugatan. Kali ini gugatan berupa class-action dari sekelompok masyarakat. Gugatan tertanggal 1 November itu meminta agar pengadilan menghentikan penjualan CD Sony-BMG yang menggunakan sistem anti pembajakan tersebut. Penggugat juga meminta ganti rugi materiil diberikan pada konsumen yang membeli CD itu.Dalam gugatan itu, Sony dianggap gagal menyebutkan apa sesungguhnya fungsi DRM dalam CD mereka. Ribuan pengguna pun disebut terinfeksi oleh program Sony tersebut. Jurubicara Sony BMG menolak memberikan komentar. Terkait hal ini, seorang blogger telah mendirikan blog berjudul The Sony Boycott Blog. Dalam blog itu disebutkan juga telah terjadi gugatan class-action serupa di New York, AS. Piranti lunak terkait sebenarnya dikembangkan untuk Sony oleh sebuah perusahaan bernama First 4 Internet. Program itu bernama Aurora XCP.
(wicak/)