Jangan Sembarang Kencan, Virus Ponsel Mengganas!
- detikInet
Jakarta -
Mulai 2006, pengguna ponsel bersistim operasi Symbian bakal kebat-kebit. Perusahaan virus meramalkan, di 2006 virus ponsel akan mengganas. Hal ini dipicu oleh makin maraknya penggunaan layanan kencan mobile dewasa ini. Ini adalah jenis kencan yang berlangsung lewat layanan khusus yang diinstal di ponsel. Makanya, jangan sembarangan kencan!Hal itu dikatakan oleh Spesialis Antivirus PT Vaksincom Alfons Tanujaya. Menurutnya, peningkatannya bisa diluar perkiraan lonjakan."Tahun depan (2006-red) virus ponsel akan meningkat drastis," bisik Alfons kepada detikinet seusai berbuka puasa di Roxy Mas, Jakarta Barat. "Presentase kenaikannya bisa tak terhingga, 100 bahkan bisa 1000 persen, karena implementasi bluetooth mulai marak," ungkapnya ketika ditanya lonjakan signifikannya.Alfons pun menceritakan faktor yang menjadi pemicu lonjakan virus itu. Menurutnya, salah satu alasan kenapa virus ponsel akan mulai marak, yaitu mulai bermunculannya aplikasi mobile dating bernama BEDD. Komunitas itu menjadi semacam ajang bertemu, ngobrol dan saling berinteraksi, menggunakan media ponsel dengan bluetoothnya yang terkoneksi ke jaringan internet nirkabel WiFi.Lebih lanjut, Alfons mengatakan virus-virus yang mulai menunjukkan ancamannya ke ponsel itu, seperti virus cabir dan virus skull. Selain itu masih ada virus cardtrp yang menyerang melalui perpindahan memory card antara ponsel ke ponsel, ataupun ponsel ke komputer (PC). Disitu, memory card berfungsi sebagai mediator penyebaran virus. Virus cardtrp ini, menurutnya, sudah marak menyebar di Inggris dan Eropa.Untuk menghindari hal itu, menurut Alfons, diperlukan antivirus yang khusus untuk platform sistim operasi Symbian. Saat ini, vendor antivirus yang sudah menyediakannya antara lain F-Secure, Trend Micro, dan Symantec. Sedangkan Vaksincom yang berafiliasi dengan Norman Antivirus, diakui Alfons belum mempunyai antivirus itu.Tindakan pencegahan juga sudah diambil oleh pihak vendor ponsel yang menggunakan Symbian sebagai basis operasinya. Alfons mengatakan, saat ini Nokia sudah bekerjasama dengan Symantec untuk mengantisipasi hal itu. "Seperti biasa, yang diserang selalu market leader. Tipe ponselnya juga yang model high end," ujarnya. Untuk sementara, Alfons hanya bisa menganjurkan pihak mobile dater itu untuk menonaktifkan bluetooth mereka apabila tak ingin terinfeksi pelbagai virus itu.
(rouzni/)