Selasa, 23 Jul 2019 18:01 WIB

Menkominfo Ingatkan Bahaya FaceApp Palsu

Muhammad Taufiqqurahman - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Aplikasi FaceApp yang tengah booming mengundang para scammer mengambil keuntungan dalam waktu singkat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan aplikasi yang banyak beredar.

"Begini, aplikasi berkembang banyak. Apalagi dari internasional jadi harus hati hati. Sama dengan waktu bulan Mei didorong orang orang pakai VPN. VPN kan punya resiko. Pertama, yang gratisan terutama ya, karena tetap lemot dan bisa terekspose malware data kita," kata Menteri Rudiantara di Makassar, Sulsel, Selasa (23/7/2019).



"Kita senantiasa memberikan informasi kepada publik. Hati hati!" tegas dia.

Dikatakannya, pada umumnya aplikasi dibuat untuk tujuan yang baik. Namun kadangkala ada pihak yang bertujuan lain dengan menggunakan aplikasi itu.

"Pada saat implementasi dan literasi kadangkala belum terkomunikasikan dengan baik," sebutnya.

Sebelumnya, peneliti keamanan dari perusahaan antivirus ESET, membongkar sebuah skema penipuan yang membonceng popularitas aplikasi edit foto ini.

Bagaimana scammer melancarkan serangannya di tengah 'kemeriahan' ini? Rupanya, dengan menggunakan embel-embel versi 'Pro' sebagai umpan untuk memancing pengguna.

Sayangnya, kata FaceApp Pro sering dijadikan sebagai rujukan oleh sejumlah reviewer aplikasi, blog dan situs yang mengulas teknologi. Padahal, aplikasi tersebut merupakan versi palsunya.

"Penjahat cyber akan mencoba berbagai cara untuk mengeksploitasi semaksimal mungkin hype FaceApp, salah satunya dengan menyebarkan berita tentang versi fiktif berbahaya ini," tulis ESET.

Dalam pencarian Google menggunakan kata kunci 'FaceApp Pro' saja, hasilnya mencapai lebih dari 69 juta artikel. Meski mereka menyebutkan 'FaceApp Pro' dengan menggunakan screenshot aplikasi yang benar, tetap saja hal ini menciptakan kebingungan dan bisa mengelabui pengguna mendownload aplikasi yang salah.



"Kita bisa lihat betapa dahsyatnya upaya penyesatan ini. Dari hasil riset ESET, diketahui ada dua cara yang digunakan untuk menghasilkan uang melalui versi palsu 'Pro' dari FaceApp, yakni membuat situs palsu 'FaceApp Premium' dan video YouTube untuk 'FaceApp Pro'," demikian penjelasan ESET.

Simak Video "Soal Potensi ''Bahaya'' dari Aplikasi, Ini Kata Sang CEO FaceApp"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)