Selasa, 21 Mei 2019 16:03 WIB

Aplikasi Download Video Ini Dituding Bahayakan Pengguna

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images
Jakarta - Sebuah aplikasi populer untuk melakukan download video dari YouTube dan sejumlah platform lain dituding tidak aman buat pengguna karena beberapa hal.

Hal itu merupakan temuan dari peneliti keamanan firma teknologi mobile Upstream, yang berbasis di London, Inggris. Yang dituding adalah VidMate, sebuah aplikasi video yang disebut telah terinstal di sekitar setengah miliar perangkat Android.

VidMate pada dasarnya memiliki fungsi untuk melakukan download video pada sejumlah platform. Aplikasi Android ini dinyatakan sangat populer di negara-negara berkembang, yang layanan streaming videonya terkadang tak lancar maupun berbiaya relatif tinggi.

Di balik kenyamanan itu, menurut Upstream kepada BuzzFeed News, VidMate sudah memunculkan iklan terselubung, diam-diam mendaftarkan pengguna ke layanan berbayar, menguras baterai ponsel, dan mengekspos informasi pribadi pengguna.




Menurut CEO Upstream Guy Krief, pengguna yang sudah men-download dan kemudian membuka aplikasi VidMate berarti, "menyerahkan kendali ponsel dan informasi pribadi mereka ke pihak ketiga."

"Ponsel itu dan koneksinya akan menjadi bagian dari sebuah botnet yang digunakan untuk menampilkan iklan terselubung, dengan mengorbankan pemiliknya... dan juga privasinya," tuturnya.

Disebutkan lebih lanjut bahwa tudingan iklan terselubung itu terjadi di VidMate ketika muncul iklan-iklan yag sebenarnya tidak bisa dilihat oleh pengguna.




Selama enam bulan terakhir Upstream memblok lebih dari 128 juta aktivitas mencurigakan di aplikasi VidMate yang dapat merugikan secara finansial buat pengguna di Mesir, Brasil, Myanmar, dan negara lain terkait adanya lebih dari USD 150 juta pendaftaran tanpa izin ke layanan berbayar perusahaan itu. Upstream mengaku mulai memblok transaksi ini sedari awal 2017 dan memantau bahwa jumlahnya meningkat drastis akhir tahun lalu.

Salah satu respons VidMate terhadap tudingan tersebut datang dari sosok bernama Jiatao Chen selaku juru bicara. Kepada BuzzFeed News via Skype, ia menyatakan bahwa temuan Upstream akan ditelaah dengan serius seraya menyalahkan software development kits (SDK) pihak ketiga dan rekan terhadap adanya indikasi tindakan mencurigakan di aplikasi tersebut.

"Kami bukan cuma tidak melakukan praktik tersebut ke aplikasi inti kami, kami pun sama sekali tidak memberi toleransi terhadap hal semacam itu karena VidMate ingin melindungi pengguna kami dari praktik merugikan semacam itu," katanya.

Aplikasi Download Video Ini Dituding Bahayakan Pengguna
(krs/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed