Selasa, 09 Apr 2019 13:33 WIB

Bawa Malware ke Hotel Milik Trump, Wanita Ini Ditangkap

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Hotel Presiden AS Donald Trump di Palm Beach, Florida. (REUTERS/Kevin Lamarque) Foto: Hotel Presiden AS Donald Trump di Palm Beach, Florida. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta - Seorang wanita bernama Yujing Zhang ditangkap karena mencoba menyusup ke resor privat milik presiden AS Donald Trump bernama Mar-a-Lago.

Zhang yang kini tengah menjalani proses peradilan di pengadilan West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, ketika tertangkap tengah membawa sebuah flash disk berisi malware, dua buah paspor China, dan empat buah ponsel.

Ia ditangkap setelah ketahuan berbohong kepada Secret Service, alias Paspampres-nya AS, demikian dikutip detikINET dari The Guardian, Selasa (9/4/2019).

"Ia berbohong kepada semua orang yang ditemuinya. Namun belum ada tuduhan yang menyebut ia terlibat dalam praktik spionase," ujar Assistant US attorney Rolando Garcia.




Sementara itu dalam penyelidikan lebih lanjut, pihak berwajib menemukan sembilan buah flash disk yang berisi malware, sebuah pendeteksi sinyal untuk mencari lokasi kamera CCTV rahasia, sebuah ponsel, dan lima kartu SIM di kamar hotelnya.

Secret Service pertama memergoki Zhang di tempat pemeriksaan di resor tersebut. Zhang saat itu mengaku sebagai anggota klub tersebut mau menggunakan kolam renang.

Ketika dicek, Zhang ternyata bukanlah anggota klub tersebut, namun ia bisa lolos karena manajer klub menduga Zhang sebagai anak dari seorang anggota lain yang mempunyai nama keluarga sama.




Namun setelah ia berhasil masuk, ia mengubah ceritanya. Pada resepsionis ia mengaku kalau ia di klub itu untuk menghadiri United Nations Chinese American Association. Padahal tak ada acara dengan nama itu akan diadakan di klub tersebut.

Setelah itulah Zhang kemudian ditangkap dan dibawa ke kantor Secret Service lokal untuk diinterogasi. Uniknya, Zhang yang tadinya tak bisa berbahasa Inggris mendadak bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar.

Zhang ditangkap dengan tuduhan membuat pernyataan palsu ke agen federal dan masuk ke area terlarang tanpa izin.





(asj/krs)