Rabu, 23 Jan 2019 11:09 WIB

Yuk Latihan Deteksi Phising Bareng Google

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Contoh phising. Foto: Internet Contoh phising. Foto: Internet
Jakarta - Divisi Jigsaw milik Google baru-baru ini mempublikasikan sebuah kuis untuk menguji kemampuan pengguna dalam mendeteksi email phising.

Tak sekadar menguji, kuis ini pun sekaligus mengajari para penggunanya agar bisa mendeteksi email phising dengan email yang aman. 'Phising, sejauh ini, adalah salah satu bentuk serangan cyber yang paling lazim terjadi,' tulis Jigsaw dalam postingan blognya.

Ditambahkannya, 1% dari total email yang dikirimkan tiap hari adalah aksi phising. Maka dari itu, sangat penting untuk bisa mengenali ciri-ciri email yang sebenarnya adalah aksi phising. Kuisnya sendiri bisa diakses di tautan ini.

Dalam postingan blog tersebut, Jigsaw menyebut kuis ini berdasarkan pelatihan yang sebelumnya mereka adakan untuk 10 ribu jurnalis, aktivis, dan pemimpin politik, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (23/1/2019).




Dalam kuis tersebut ada delapan contoh email yang ditunjukkan oleh Jigsaw, yang terdiri dari email resmi dan bermacam percobaan phising. Beberapa dari contoh email phising yang ditampilkan berbasis pada kejadian asli.

Contohnya adalah percobaan phising besar-besaran yang terjadi pada pengguna Google Doc pada 2017 dan email yang dikirimkan hacker Rusia ke manajer kampanye Hillary Clinton pada 2016 lalu.

Pada setiap contoh email yang ditampilkan di kuis tersebut, Jigsaw menjelaskan ciri-ciri yang menunjukkan kalau email tersebut adalah percobaan phising ataukah memang email asli. Salah satunya adalah dengan melihat URL yang ada, ataupun mengecek pengejaan dari alamat email.

Para pembuat email phising juga seringkali meniru URL milik Google ataupun Dropbox. Namun jika dilihat dengan teliti, URL yang ada akan menunjukkan kalau itu adalah alamat palsu.

Jigsaw adalah proyek inkubator eksperimental milik Google. Tujuannya adalah mengatasi masalah geopolitik di dunia teknologi. Sebelumnya Jigsaw juga pernah membuat software pendeteksi aksi trolling, lalu pernah juga membuat alat open source untuk membantu organisasi media bisa memberikan akses VPN ke para jurnalisnya.

(asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed