Virus Lokal Berulah di Tanah Air
- detikInet
Jakarta -
Sejumlah virus made in Indonesia berulah di kandang sendiri, menjadi 'hantu' dunia maya di sepanjang Juli 2005. Kangen, Riyani Jangkaru yang menyelipkan Tabaru dan Kumis, adalah sejumlah nama yang sempat wara-wiri.Perusahaan anti-virus lokal, PT. Vaksincom mengungkap hasil pengamatannya terhadap virus yang berseliweran di bulan Juni. Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari Vaksincom memaparkan bahwa sejumlah virus lokal menginfeksi ke cukup banyak komputer di Indonesia. Virus lokal ada di jajaran 10 besar virus yang paling banyak menginfeksi.Tercatat, virus Kangen menjadi virus kelima yang paling banyak menginfeksi, setelah Netsky, Malware dan Mytob. Kangen sudah menelorkan varian keempat yaitu W32/Kangen.D yang beranggotakan W32/Pesin/W32/MyHeart, W32/Tabaru (Riyani Jangkaru), W32/Lavist, W32/Kumis dan yang paling gres serta sedang menyebar dengan tingkat yang cukup mengkhawatirkan adalah W32/Fawn. "Celakanya, baru saja kami membuat analisa W32/Fawn, ternyata variannya sudah menyebar lagi dengan nama W32/Fawn.B," sebut Alfons.Ciri khas dari virus lokal adalah mayoritas menggunakan disket dan USB Disk sebagai media penyebaran utamanya. Dan hal ini terbukti efektif sekali dan menunjukkan kejelian pembuat virus yang menggunakan rekayasa sosial memalsukan icon executable sehingga terlihat seakan-akan sebagai file tidak berbahaya. Ekstensi yang biasa digunakan diantaranya .doc (MyHeart, Kangen), .jpg (Tabaru) dan ada yang terlihat sebagai folder (Kumis), padahal jika di jalankan bukan masuk ke dalam folder melainkan akan mengaktifkan si "Kumis" yang tak lain adalah varian Kangen."Penyebaran melalui USB Disk dan disket ini juga sesuai dengan penyebaran pengguna komputer Indonesia yang mayoritas masih menggunakan warnet dan umumnya menyimpan filenya menggunakan USB Disk," ujar Alfons.Satu saja pengguna warnet yang terinfeksi virus dan mencolokkan USB Disknya pada komputer warnet, sudah cukup untuk menginfeksi komputer tersebut (dan komputer lain dalam jaringan). Dengan begitu, USB Disk pengguna warnet berikutnya akan langsung terinfeksi virus ketika mengkopikan file ke USB Disknya, papar Alfons. Alfons mengingatkan, jika komputer atau USB Disk anda terinfeksi virus dan semua file .doc diubah menjadi file bervirus, coba lihat dulu semua file dan jangan format duluHarddisk komputer atau USBDisk anda. Karena pada beberapa kasus virus lokal ini tidak "jahat" dan hanya menyembunyikan file .doc yang asli dengan memberikan atribut hidden pada semua file asli. Tapi ini dapat dikembalikan dengan mengubah kembali atribut tersebut.Menginfeksi PCGara-gara Kangen, terjadi 269 infeksi yang menimpa komputer-komputer di Indonesia. Sementara itu, virus yang paling banyak menginfeksi adalan Netsky dengan 4.712 infeksi. Disusul Malware yang menyebabkan 2.473 infeksi. Malware merupakan kategori baru yang merupakan kumpulan virus baru yang belum ada definisinya, namun berhasil dideteksi penyebarannya."Teknologi Sandbox dari Norman Virus Control mendeteksi kumpulan virus tersebut sebagai Malware," kata Alfons. "Sandbox merupakan teknologi yang mampu mendeteksi virus baru tanpa tergantung update," paparnya.Sementara Mytob adalah salah satu virus yang namanya kerap terdengar. Virus ini sebenarnya merupakan gabungan dari dua virus besar yaitu SDBot/Spybot dengan MyDoom. Spybot mampu menyebar melalui jaringan dengan sangat efektif, sementara SDBot tidak dapat menyebar lewat e-mail. Tapi pembuat virus yang menguasai MyDoom -- virus yang mampu menyebar melalui e-mail -- tertarik untuk memadukannya. Terbentuklah Mytob, virus yang paling banyak variannya sampai saat ini. Mytob mendalangi 542 insiden virus.Ada juga virus Kargo yang menyebabkan 345 insiden. Beberapa virus lain yang juga menyebar di Indonesia adalah Marker (265 insiden), Funlove (193 insiden), HTML/Exploit (164 insiden), Zafi (136 insiden), dan di urutan kesepuluh ada Sasser (122 insiden).Selama bulan Juli, Vaksincom mengamati adanya 9.587 insiden virus. Selain virus-virus besar di atas, masih banyak virus lainnya yang jika ditotal, mencatatkan 366 insiden.
(ketepi/)