Masalah Privasi Di Balik Google
- detikInet
Jakarta -
Ketergantungan pada Google? Nama besar di bisnis mesin cari ini, memang banyak diandalkan. Di balik semua itu, tak banyak yang menyadari kalau Google jadi paham kebiasaan anda. "Google menyimpan banyak data tentang anda," ujar Chris Hoofnagle, konsil senior pada Electronic Privacy Information Center, seperti dikutip detikinet, Rabu (20/7/2005) dari Detroit Free Press. "Google jadi salah satu resiko privasi terbesar di Internet," imbuhnya.Menurut Hoofnagle, Google jadi tahu kebiasaan berinternet seseorang. Tahu apa yang dibaca, di mana biasanya berjelajah, dan kepada siapa e-mail dikirim.Melalui teknik hacking atau melalui karyawan yang tidak setia, sejumlah penasihat privasi mengatakan, penjahat bisa mencuri data untuk penipuan e-mail. Hal ini juga berlaku pada tingkat privasi yang lebih tinggi.Google secara otomatis menyimpan data mengenai hal-hal yang sering dicari di internet. Alamat numerik pengguna juga disimpan, demikian halnya dengan nomor ID. Semuanya disimpan di file cookie. Google mengatakan tidak ingin mengidentifikasi data personal tersebut. Tetapi alamat internet seringkali dapat digunakan untuk melacak pengguna yang lebih spesifik. Google mengatakan akan mengelola informasi ini secara serius. "Secara umum, sebagai suatu perusahaan, kami menjaga privasi lebih dari segalanya," ujar Nicole Wong associate general counsel Google. "Ini berarti selain pengacara, produk manager, teknisi dan eksekutif juga harus menyadari implikasi privasi yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan layanan baru yang dapat ditawarkan," papar Wong.
(wicak/)