BERITA TERBARU
Kamis, 05 Apr 2018 18:43 WIB

Ini Hasil Pertemuan Facebook-Menkominfo Soal Kebocoran Data

Agus Tri Haryanto - detikInet
Pertemuan Menkominfo dengan Facebook. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Pertemuan Menkominfo dengan Facebook. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Perwakilan Facebook Indonesia memenuhi panggilan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, terkait laporan terbaru yang mengatakan ada sejuta data pengguna Facebook Indonesia yang disalahgunakan.

Perwakilan yang dimaksud adalah Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari. Dalam pertemuan tersebut, Ruben bertemu dengan Menteri Rudiantara dan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.



Dalam pertemuan ini dihasilkan empat poin, yaitu Facebook harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, koordinasi dengan polisi menyangkut penyalahgunaan data pribadi, melakukan shutdown aplikasi kuis serupa Cambridge Analytica, dan meminta masyarakat untuk 'puasa' aktivitas di media sosial.

"Datanya untuk dipakai apa, itu menunggu hasil audit dari Facebook. Saya minta hasil auditnya segera," ujar Rudiantara di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (4/4/2018).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ruben mengatakan Facebook terus berupaya untuk melakukan audit tersebut. Terlebih, koordinasi dengan kantor pusat Facebook yang berada di Menlo Park, Amerika Serikat.

"Kapan bisa mengetahui? Ya kita terus melakukan audit, kita terus koordinasi dengan Facebook headquarter. Kita selalu membuka communication channel ke pemerintah. Dari 10 hari yang lalu, saya update terus ke Pak Rudiantara tentang Cambridge Analytica," tuturnya.



Diberitakan sebelumnya, dari laporan terbaru, nyatanya data Facebook yang bocor lebih buruk dari sebelumnya, yakni bukan 50 juta, melainkan sampai 87 juta pengguna. Bahkan sekitar sejuta di antaranya dari Indonesia.

Chief Technology Officer Facebook Indonesia Mike Schroepfer mengungkapkan, perusahaannya telah berbagi data hingga 87 juta dengan perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pengguna yang terkena dampak berada di Amerika Serikat.

Tapi paling mengejutkan, dari data yang disajikan Chroepfer, ada nama Indonesia di daftar negara yang data penggunanya dibagi ke Cambridge Analytica. Jumlahnya cukup banyak, yakni 1.096.666 atau sekitar 1,3% dari total jumlahnya. Angka tersebut membuat Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina.

[Gambas:Video 20detik]

(afr/rou)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.