Untuk Undangan Pesta Seks
Awas! Database Milis Disalahgunakan
- detikInet
Jakarta -
Mungkin awalnya lelucon, database milis dipakai untuk membuat undangan pesta seks. Gawatnya, nomor telepon asli anggota milis dicantumkan. Moderator pun berang.Hal itu terjadi pada mailing list (milis) smu-112 yang digelar di Yahoo!Groups. Milis itu sejatinya dimanfaatkan oleh alumni, guru dan siswa SMU 112 Jakarta untuk kongkow di dunia cyber. Seperti dikemukakan oleh Andrayogi, moderator milis smu-112, e-mail undangan pesta seks itu muncul dari seseorang berinisial HMZ. Kontan saja e-mail itu membuat berang dirinya dan beberapa anggota milis. "Saya serta rekan-rekan di milis SMU 112 Jakarta menghimbau kepada HMZ, atau siapa pun nama Anda sebenarnya, untuk menghentikan aksi penyebaran e-mail fitnah tersebut," ujarnya dalam pengumuman yang diterima detikinet, Senin (30/5/2005). Bukan hanya itu, Andrayogi dan rekan-rekannya mengancam akan meneruskan kasus ini ke penegak hukum. "Kalau aksi HMZ masih berlanjut, maka kami akan mengambil langkah tegas seperti melaporkan tindakan Anda ke divisi Cyber Crime Polda Metro Jaya," ia menambahkan. Aksi itu memang bagaikan lelucon yang kejam. Seperti pernah diamati detikinet, di beberapa milis lain hal serupa juga pernah terjadi. E-mail yang dimaksud biasanya mencakup sebuah undangan acara 'temu kangen' yang dilengkapi daftar acara. Nah, daftar acara itu merinci agenda kegiatan amoral dan bertemakan seks bebas. Tak lupa kegiatan seks bebas itu menampilkan nama-nama peserta milis sebagai pelakunya. Apalagi, seperti dikemukakan Andrayogi, e-mail itu juga menyertakan alamat dan nomor telepon anggota milis. Nampaknya data itu dicolong dari database milis. "Dia (HMZ-red) membuat daftar nama-nama serta alamat dan nomor telepon anggota milis kami dan menyebutkan bahwa list tersebut adalah daftar nama-nama pelacur dan gigolo. Bahkan beberapa orang yang masuk dalam e-mail tersebut sempat ditelepon beberapa kali oleh orang yang menanyakan tentang kebenaran e-mail tersebut," tuturnya.Dengan semakin memasyarakatnya Internet, agaknya hal-hal semacam ini berpotensi untuk terus terjadi. Tentunya, masyarakat harus semakin hati-hati 'berkeliaran' di dunia maya.
(wicak/)