Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Situs Microsoft Dijahili di Korea

Situs Microsoft Dijahili di Korea


- detikInet

Jakarta - Microsoft hari Kamis (2/6/2005) memberitahukan, situs jagoannya, MSN, dijahili hacker jahat di Korea Selatan. Si hacker berusaha mencuri password dari para pengunjung situs. Sampai saat ini belum diketahui berapa banyak yang jadi korban.Associated Press melansir, Microsoft mengatakan sudah membersihkan situs www.msn.co.kr, dan menghapus kode software berbahaya yang telah ditambahkan para hacker awal minggu ini. Juru bicara perusahaan software asal Amerika Serikat ini mengatakan, pihaknya yakin serangan yang sama tidak terjadi pada situsnya yang berbahasa Inggris.MSN merupakan situs yang sudah memiliki nama. Situs ini menyajikan berbagai informasi mulai dari berita, nasihat keuangan, informasi jual-beli mobil dan lain sebagainya. Untuk Korea Selatan, MSN tampil dalam bahasa dan huruf Korea. Situs ini penting bagi Microsoft mengingat Korea merupakan kawasan penting bagi pertumbuhan internet broadband dunia.Situs yang di Korea ini tidak sama seperti situs MSN untuk Amerika Serikat. Selain -- tentu saja -- memiliki perbedaan bahasa pengantar, situs di Korea tidak ditangani langsung oleh Microsoft, melainkan oleh perusahaan lain yang namanya tidak pernah disebut-sebut oleh Microsoft. Tapi Microsoft yakin, masalah di situs tersebut disebabkan karena pengelolanya lalai menginstal patch yang diperlukan, kata Adam Sohn, direktur MSN."Dari penyelidikan awal kami, serangan tersebut disebabkan karena sistem operasi yang belum di-patch," kata Sohn. "Ketika staf ada di pusat data kami, akan lebih mudah bagi kami untuk mengontrolnya. Kami cukup keras mengharuskan server di-patch dan menjaga agar konsumen kami tetap aman dan terlindungi," imbuhnya.Situs MSN Korea sempat disusupi software jahat yang bertujuan mencuri password pengunjungnya. Keberadaan software tersebut diketahui oleh para peneliti keamanan dan memberitahukan hal tersebut ke Microsoft. Perusahaan lalu melacak sumber masalah dan menghapus software tersebut dari komputer pengelola yang di-hack. Microsoft mengaku belum tahu sejak kapan software berbahaya itu nangkring di komputer tersebut. Meski begitu, perusahaan mengatakan belum menerima laporan bahwa ada pengunjungnya yang menjadi korban. (wicak/)







Hide Ads