Minggu, 28 Jan 2018 09:25 WIB

Hacker Bobol Bursa Saham Bitcoin Jepang Rp 7,1 Triliun

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin
Tokyo - Coincheck, bursa mata uang virtual ala Bitcoin di Jepang, kehilangan 523 juta koin NEM (cryptocurrency Jepang) senilai 58 miliar yen atau sekitar Rp 7,1 triliun.

Sebanyak 523 juta koin NEM ini diketahui diketahui terkirim ke akun lain pada Sabtu (27/1) pukul 3.00 pagi waktu setempat.

Dikutip detikINET dari CNBC, Minggu (28/1/2018), Coincheck menangani sekitar 6% perdagangan NEM. Berdasarkan data CryptoCompare, Coincheck berada di urutan keempat pangsa pasar cryptocurrency.



Berkenaan dengan kejadian ini, Coincheck untuk sementara membatasi penarikan semua mata uang, termasuk yen, dan perdagangan cryptocurrency selain Bitcoin, sambil melakukan penyelidikan.

Pembobolan Coincheck menjadi peringatan bagi bursa mata uang virtual lainnya agar lebih ketat dan berhati-hati. Sebelumnya, hal serupa menimpa bursa cryptocurrency asal Korea Selatan.

Beberapa waktu lalu, Youbit kehilangan 17% dari aset digital miliknya. Tak lama kemudian, Yapian, perusahaan induknya, mendaftarkan status perusahaannya bangkrut.



Kasus lebih parah dialami Gox yang mendaftarkan bangkrut pada 2014. Bursa cryptocurrency yang berbasis di Tokyo, Jepang ini kehilangan 750 ribu koin Bitcoin milik penggunanya dan dan 100 ribu Bitcoin milik mereka sendiri. Saat itu, Gox adalah bursa Bitcoin terbesar.

Analis Morgan Stanley memperkirakan, pada pertengahan Desember 2017, lebih dari USD 630 juta dalam bentuk Bitcoin digondol hacker. (rou/rou)
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed