Sabtu, 13 Jan 2018 16:35 WIB

Awas, Aplikasi Android Mirip Telegram Tebar Malware

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Cnn Foto: Cnn
Jakarta - Beragam aplikasi Android palsu banyak beredar, bahkan di toko aplikasi resmi sepreti Google Play sekalipun. Salah satu contohnya adalah aplikasi Teligram.

Sepintas memang nama Teligram ini mirip dan mendompleng kepopuleran aplikasi pesan instan Telegram. Malahan, aplikasi palsu ini dirancang agar terlihat mirip dengan aplikasi Telegram yang sesungguhnya.

Meski demikian, para peneliti di Symantec menemukan fakta bahwa aplikasi ini selain menawarkan fungsi sebagai aplikasi pesan instan juga menjalankan malware di background. Tal cuma itu, di dalamnya juga terdapat sajian berbagai macam iklan.

"Satu-satunya perbedaan, paling tidak sekilas, adalah pengejaan Telegram yang salah, dengan huruf 'i' menggantikan huruf 'e' dan juga ikon yang sedikit berbeda," tulis Symantec seperti dikutip detikINET dari IB Times, Sabtu (13/1/2018).

Foto: isitimewa

Symantec pun dalam laporannya mengatakan, sekali pengguna sudah menginstalnya maka akan menjadi sulit untuk membedakannya. Teligram akan menambahkan perpustakaan iklan untuk menciptakan pendapatan dari penipuan di baliknya.

"Teligram menampilkan iklan dalam dua cara berbeda, di dalam daftar chat dan menampilkan iklan yang memenuhi layar," ujar John Hou, Symantec's Security Technology and Response (STAR).

Peneliti mengatakan bahwa malware yang ada dalam Teligram adalah Trojan.Gen.2., dimana diciptakan dengan menggunakan open source kode Telegram yang didistribusikan di toko aplikasi pihak ketiga.

Sekalinya aplikasi sudah terinstal dan berjalan, malware bisa dimanfaatakan oleh hacker untuk menginstal backdoor, jebakan iklan, atau melakukan kegiatan jahat lainnya. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed