Senin, 31 Jul 2017 15:37 WIB

Siapa Saja 5 Besar Negara Sasaran Malware?

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Pada periode April - Juni 2017 perusahaan keamanan cyber Kaspersky mendeteksi adanya 63.052 insiden dari 20 besar malware yang berada di internet terhadap komputer pengguna Kaspersky Security Network (KSN) di Indonesia.

Secara keseluruhan, 10,37% pengguna rata-rata diserang oleh ancaman yang berasal dari web selama periode ini. Indonesia menempati urutan ke-62 di seluruh dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan berselancar di web pada akhir Juni 2017.

Adapun lima besar negara yang jadi 'favorit' diserang ancaman berasal dari website pada Juni 2017 antara lain Belarusia (16,65%), Aljazair dan Albania di mana masing-masing sebesar 15,98% dan 14,24%. Kemudian ditempati oleh India (13,57%) dan Ukraina (13,03%).

Sementara data serangan dari infeksi lokal pada periode April - Juni 2017 yang berhasil terdeteksi oleh produk Kaspersky Lab sebanyak 154.743 insiden dari 20 besar malware yang berada di internet terhadap komputer pengguna KSN di Indonesia.

Secara keseluruhan, 16,87% pengguna di Tanah Air rata-rata diserang oleh ancaman lokal selama periode ini. Indonesia menempati urutan ke 44 di seluruh dunia pada akhir Juni 2017.

Untuk lima besar negara diserang oleh infeksi lokal pada Juni 2017 di antaranya Uzbekistan (26,66%), diikuti oleh Turkmenistan dan Etiopia yang masing-masing sebesar 24,55% dan 22,14%. Kemudian ditempati oleh Afganistan (20,70%) dan Suriah (20,13%).

Apabila pelanggan Kaspersky Lab diserang oleh ancaman online, Kaspersky juga mencatat sumber ancaman ini, yakni lokasi dari program berbahaya yang mencoba menginfeksi sistem.

Berdasarkan data tersebut, jumlah insiden berbahaya yang disebabkan oleh malware bersumber dari Indonesia sebanyak 114.595 insiden yang tercatat pada periode April - Juni 2017.

Indonesia menempati urutan ke-32 di seluruh dunia pada akhir Juni 2017. Posisi teratas ditempati oleh Amerika Serikat, kemudian diikuti Belanda dan Prancis di posisi kedua dan ketiga. Kemudian posisi selanjutnya ditempati oleh Jerman dan Finlandia.

Untuk mengurangi risiko, Kaspersky Lab memberikan saran bagi perorangan agar secara teratur memeriksa komputer dari ancaman malware dengan menginstal solusi keamanan yang kuat secara permanen di semua perangkat yang digunakan. Dan berhati-hati setiap mengunjungi suatu situs, jika sesuatu terlihat sedikit mencurigakan, mungkin saja itu adalah virus.

KSN sendiri dijagokan Kaspersky sebagai elemen kunci dalam infrastruktur Kaspersky Lab yang memastikan informasi mengenai ancaman baru bisa disampaikan secara langsung ke komputer pengguna.

Selain itu, KSN membantu mengidentifikasi sumber proliferasi malware di internet kemudian memblokir akses pengguna ke mereka. Berkat reaksi cepat dari KSN, Kaspersky dapat memblokir program berbahaya terbaru agar tidak dijalankan di komputer pengguna dalam hitungan detik setelah terdeteksi, tanpa harus memperbarui basis data antivirus terlebih dahulu. (rns/asj)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed