Rabu, 14 Jun 2017 03:28 WIB

Polisi Dinilai Belum Optimal Lacak Penyebar Baladacintarizieq

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Pihak kepolisian dinilai belum optimal melakukan pencarian sumber utama penyebar chat mesum yang dipublikasikan di situs baladacintarizieq.

"Ada beberapa teknik yang belum dilakukan oleh polisi sebenarnya, yang upload (pertama kali) di internet itu siapa," kata ahli forensik digital Ruby Alamsyah.

Beberapa teknik, apa saja? "Ada lah, nanti terlalu teknis," lanjut Ruby saat ditemui di kampus Universitas Gunadarma, Jakarta, baru-baru ini.

"Tekniknya nge-trace (lacak) saja lah. Di cyber crime itu biasanya ninggalin cyber trail," masih kata dia.

Cyber trail yang dimaksud adalah jejak digital yang ditinggalkan oleh pelaku penyebaran chat mesum tersebut.

"Masalah teknisnya itu tergantung cyber trail yang tertinggal itu jenisnya apa. Tinggal kita pintar-pintar cari cyber trail yang tertinggal itu seperti apa," ungkapnya lebih lanjut.

Ruby sendiri dulu sempat menjadi saksi ahli saat mengungkap kasus Ariel dan Luna Maya beberapa tahun yang lalu di pengadilan.

Berkaca dari pengalamannya, metode yang sama sebenarnya bisa saja dilakukan dalam kasus yang melibatkan nama Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein tersebut.

"Saya waktu itu tidak menyentuh Ariel. Saya hanya diminta membuktikan saja dengan bukti yang ada. Setelah saya trace hampir tiga minggu, dapat 23 orang, sembilan jadi tersangka, sampai akhirnya dapat yang pertama kali menyebar," kata Ruby.

Polisi Dinilai Belum Optimal Lacak Penyebar BaladacintarizieqRuby Alamsyah. Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET


"Untuk kasus ini, logikanya sama saja. Trace saja dulu di internetnya. Habis itu dapat komputernya, dapat device-nya. Dia dapatnya bener gak sih? Apa barangnya bikinan atau dapat dari orang lain, dari siapa?"

"Tapi bisa di-define, itu komputer studionya Ariel, kok. Saya dapat yang terakhir (sebar) dan dia ngakuin dia dapat dari hardisk Ariel. Komputer studionya kebetulan sudah dibawa oleh stafnya, sudah diganti. Karena komputer lama, boleh dibawa pulang," kenang Ruby dalam kasus itu.

Terkait dugaan anonymous penyebar chat yang disebutkan oleh kepolisian berada di Amerika Serikat, Ruby pun menilai, domain situs baladacintarizieq sebenarnya bisa dibuat dari mana saja.

"Domain dotcom bisa di mana saja, bisa ada di Amerika. Ada juga perusahaan yang menyediakan jasa proteksi data domain, whois data, itu juga ada di Amerika Serikat. Kita membuat sebuah domain, belum tentu pakai server di Amerika, walaupun bisa saja iya, namanya juga internet," pungkasnya. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed