Senin, 22 Mei 2017 17:34 WIB

Microsoft Bisa Hambat Penyebaran WannaCry, Tapi...

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Ransomware WannaCry menyebar pada sistem operasi Microsoft jadul, seperti Windows XP. Dan Microsoft sebenarnya bisa menghambat penyebaran ransomware tersebut sebelum akhirnya parah dan sempat bikin heboh.

Namun Microsoft memilih untuk tak melakukan hal tersebut. Maksudnya adalah, Microsoft memilih untuk tak memberikan update patch secara gratis pada sistem operasi jadul seperti Windows XP.

Mereka malah mematok tarif yang mencapai tarif pertahun sebesar USD 1000 untuk kalangan perusahaan. Dengan tarif semahal itu, Microsoft menawarkan dukungan custom dan perlindungan dari serangan semacam WannaCry.

Microsoft memang akhirnya memberikan patch keamanan itu secara gratis untuk para pengguna Windows XP. Namun hal itu baru mereka lakukan setelah WannaCry menyebar ke 200 ribu komputer yang tersebar di 150 negara.

Momen serangan ransomware ini malah dimanfaatkan Microsoft untuk meyakinkan para konsumennya, baik konsumen perorangan atau pun perusahaan, untuk menggunakan sistem operasi anyar Microsoft, seperti Windows 10, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (19/5/2017).

"Dengan adanya bermacam alasan bisnis, perusahaan terkadang memilih untuk tak memperbarui (OS) bahkan setelah 10 sampai 15 tahun, dan Microsoft menawarkan dukungan custom sebagai solusi sementara," ujar juru bicara Microsoft dalam keterangan persnya.

Namun, dalam keterangan yang sama, Microsoft lebih menyarankan perusahaan untuk memperbarui sistem operasi terbaru untuk bisa menyadari dan mendapat keuntungannya. Para ahli keamanan juga setuju kalau perlindungan terbaik adalah dengan sistem yang paling baru dan modern. (asj/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed