Namun Microsoft memilih untuk tak melakukan hal tersebut. Maksudnya adalah, Microsoft memilih untuk tak memberikan update patch secara gratis pada sistem operasi jadul seperti Windows XP.
Mereka malah mematok tarif yang mencapai tarif pertahun sebesar USD 1000 untuk kalangan perusahaan. Dengan tarif semahal itu, Microsoft menawarkan dukungan custom dan perlindungan dari serangan semacam WannaCry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen serangan ransomware ini malah dimanfaatkan Microsoft untuk meyakinkan para konsumennya, baik konsumen perorangan atau pun perusahaan, untuk menggunakan sistem operasi anyar Microsoft, seperti Windows 10, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (19/5/2017).
"Dengan adanya bermacam alasan bisnis, perusahaan terkadang memilih untuk tak memperbarui (OS) bahkan setelah 10 sampai 15 tahun, dan Microsoft menawarkan dukungan custom sebagai solusi sementara," ujar juru bicara Microsoft dalam keterangan persnya.
Namun, dalam keterangan yang sama, Microsoft lebih menyarankan perusahaan untuk memperbarui sistem operasi terbaru untuk bisa menyadari dan mendapat keuntungannya. Para ahli keamanan juga setuju kalau perlindungan terbaik adalah dengan sistem yang paling baru dan modern. (asj/fyk)