Selasa, 16 Mei 2017 16:53 WIB

Begini Cara XL Bertahan dari Serangan WannaCry

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Tingginya jumlah korban yang terinfeksi ransomware WannaCry membuat was-was. Banyak pihak langsung sigap mengantisipasi agar tak ikut menjadi korban serangan malware tersebut.

XL Axiata, misalnya, mereka juga ikut melakukan upaya proteksi. Mulai dari update patch hingga melakukan pembaruan antivirus secara regular.

"Untuk update patch secara lebih aktif bahkan mulai kami lakukan sejak awal tahun sebagai antisipasi atas hal-hal serupa ini," kata Tri Wahyuningsih, General Manager Corporate Communication XL Axiata kepada detikINET, Selasa (16/5/2017).

Pihak XL pun terut mencermati dan melakukan monitoring terhadap semua perangkat komputer dan notebook karyawan untuk memastikan virus dan malware tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan.

Selain itu, operator yang identik dengan warna biru itu turut mengeluarkan imbauan kepada para karyawan untuk lebih berhati-hati dan mengikuti semua prosedur pengamanan data internal, termasuk di antaranya melakukan back-up data, tidak membuka email dan lampiran yang tidak dikenal, melakukan update antivirus dan sebagainya. Tidak ketinggalan mereka pun melakukan imbauan kepada para pelanggannya.

"Kami mengirimkan imbauan kepada pelanggan lewat broadcast SMS agar mereka terhindar dari serangan Ransomeware," kata wanita yang kerap disapa Ayu itu.

Seperti diketahui Ransomware WannaCry berbasis program yang dikembangkan National Security Agency (NSA) milik Amerika Serikat. WannaCry akan menyandera data korban dan meminta uang tebusan jika korbannya ingin data tersebut dikembalikan.

WannaCry memanfaatkan celah keamanan di sistem operasi jadul Microsoft, juga sistem operasi anyar yang tak memperbarui patch keamanannya.

Malware ini mulai menyerang pada Jumat malam (12/5/2017). Tercatat ada puluhan komputer di 99 negara di dunia yang terinfeksi ransomware bernama WannaCrypt. Rata-rata komputer yang terinfeksi adalah sektor publik, seperti rumah sakit dan ada juga bandara.

Di Inggris dilaporkan belasan layanan kesehatan dipastikan terinfeksi ransomware WannaCrypt. Yang mana tiap-tiap komputer yang terinfeksi data-datanya dikunci dengan cara enkripsi. Bila ingin data-data tersebut dibebaskan maka ada tebusan yang harus dibayar.

Indonesia pun termasuk negara yang terkena dampak penyebaran WannaCrypt. Dua rumah sakit di wilayah Jakarta disebut kena serangan ransomware ini, dan bikin pelayanannya. (afr/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed