BERITA TERBARU
Kamis, 17 Nov 2016 16:47 WIB

Monopoli Antivirus

Kaspersky Emosi Microsoft Curang, Symantec Pilih Kalem

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Microsoft dituding Kaspersky sengaja menyingkirkan antivirus lain dari Windows 10 demi mempromosikan produknya sendiri, yaitu Defender. Bagaimana dengan Symantec?

Chee Choon Hong, Director Asia Consumer Business Norton by Symantec, mengaku tetap percaya diri dengan strategi yang diterapkan oleh Microsoft tersebut.

"Semakin banyak pemain itu pertanda yang bagus untuk konsumen, tapi saya tak bisa berkomentar soal strategi yang diterapkan oleh pemain lain," ujar Chee dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Chee juga mengaku belum pernah menerima laporan soal pengguna Norton yang kesulitan menginstal software antivirus tersebut ke dalam komputer berbasis Windows 10.

Pasalnya, tim global Symantec secara rutin terus berkomunikasi dengan Microsoft setiap mereka merilis software anyar. "Kami belum bisa berkomentar jika hanya berdasar spekulasi, karena belum ada kasus dengan Norton," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan anti virus asal Rusia, Kaspersky, menuding Microsoft menyalahgunakan kekuasaannya di Windows. Kaspersky menilai Microsoft sengaja menyingkirkan anti virus lain dan mempromosikan produk keamanan mereka sendiri, Windows Defender.

Salah satu komplain adalah ketika user melakukan upgrade ke Windows 10, Microsoft secara otomatis melakukan deaktivasi software sekuriti yang dianggap tak kompatibel, lalu menginstal Defender. Masalahnya, pengembang software hanya diberi waktu seminggu untuk membuat software mereka kompatibel dengan Windows 10.

Bahkan menurut Kaspersky, meski anti virus yang lain kompatibel, Microsoft masih menyarankan agar user beralih ke Windows Defender saja. Kemudian jika lisensi anti virus itu sudah habis, Windows 10 otomatis beralih ke Windows Defender.

Hal itulah yang membuat Kaspersky berang dan melaporkan Microsoft kepada lembaga anti kompetisi di Uni Eropa dan Rusia. Kaspersky ingin otoritas memaksa Microsoft agar memudahkan developer untuk menjaga kompabilitas dengan Windows. (asj/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.