App Store milik Apple tengah dirundung masalah. Pasar aplikasi berlogo apel kroak itu disusupi malware bernama XcodeGhost. Apakah malware tersebut berbahaya?
Menurut seorang peneliti Palo Alto Network bernama Ryan Olson, malware tersebut hanya mempunyai fungsi yang terbatas. Dan pihaknya belum menemukan contoh adanya pencurian data ataupun efek berbahaya lain dari malware tersebut.
Namun tetap saja, penyusupan ini merupakan hal besar yang harus mendapat perhatian lebih. Karena ini artinya App Store yang digadang-gadang ekstra aman tersebut ternyata tetap bisa disusupi oleh malware.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xcode palsu ini diunduh dari server yang berlokasi di China, yang lebih banyak diakses karena lebih cepat ketimbang mengunduh dari server Apple yang berlokasi di Amerika Serikat, dikutip detikINET dari Reuters, Senin (21/9/2015).
Dan cara ini bisa saja ditiru oleh orang lain, yang akan sulit untuk dibendung. "Developer kini menjadi target utama bagi para penyerang," ujar Olson. Ratusan aplikasi sudah terinfeksi oleh XcodeGhost, antara lain adalah WeChat, aplikasi pemesan taksi Didi Kuaidi dan aplikasi musik buatan NetEase.
Ada juga pihak yang menyebutkan bahwa ada 344 aplikasi yang sudah terinfeksi oleh XcodeGhost. Angka ini memang tidak terkonfirmasi, karena Apple tak mau mengungkap berapa jumlah aplikasi yang terinfeksi.
Perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat tersebut hanya menyatakan bahwa mereka telah menarik semua aplikasi yang terinfeksi oleh XcodeGhost. Dan menyatakan akan bekerja sama dengan developer untuk memastikan bahwa mereka menggunakan Xcode yang benar. (asj/asj)