Mozilla saat ini memang sudah menonaktifkan akun yang dibobol oleh si peretas. Namun tetap saja, si peretas sudah terlanjur memiliki informasi-informasi penting dari Bugzilla.
Informasi tersebut adalah celah-celah yang terdapat dalam Firefox, dan bisa dipakai menyusupkan file ke dalam server milik Mozilla. Untungnya Mozilla sudah merilis pembaruan pada tanggal 27 Agustus lalu untuk menutup semua celah yang kemungkinan sudah diketahui oleh si peretas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bugzilla sendiri adalah aplikasi kecil buatan Mozilla yang dipakai untuk mendeteksi keberadaan bug dalam Firefox. Aplikasi ini memang bisa diakses secara publik, namun informasi sensitif yang ada di dalamnya hanya bisa dibuka oleh orang-orang terpercaya.
Saat ini Mozilla sudah mengadakan investigasi untuk menyelidiki pembobolan ini. Dan mereka akan melaporkannya ke pihak yang berwajib untuk dapat ditangani lebih lanjut.
(asj/ash)