Serangan cyber itu terjadi pada 25 Juli lalu dan berdampak pada sekitar 4.000 orang, baik sipil maupun militer, yang bekerja di Joint Chief of Staff. Dan sejak itulah Dephan AS terpaksa meng-offline-kan sistem email tersebut.β
Seorang sumber menyebut bahwa serangan cyber itu diyakini berasal dari Rusia, dan menggunakan sebuah sistem otomatis yang menyedot data dalam jumlah sangat besar dari sistem email. Lalu data tersebut disebarkan ke ribuan akun lain di dunia maya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang pasti, jika dilihat dari masifnya serangan tersebut, pihak pemerintah AS yang tak disebutkan namanya ini menuduh bahwa serangannya kemungkinan dilakukan oleh pihak pemerintah, dikutip detikINET dari CNBC, Senin (10/8/2015).
Untungnya sistem email yang dibobol itu tidak digunakan untuk mengirimkan data-data rahasia. Dan pemerintah AS menyebut tak ada informasi rahasia yang bocor dalam serangan ini.β
(asj/ash)