Sabtu, 08 Feb 2014 14:16 WIB

Mengenal Bahaya Internet of Things

- detikInet
Jakarta - Symantec Security Response dalam analisanya merilis laporan terbaru mengenai 100 ribu perangkat rumah tangga, mulai dari sistem hiburan, hingga kulkas yang bisa mengirim spam adalah tidak akurat. Namun hal ini bukan berarti Internet of Things (IOT) tidak akan menjadi pemicu serangan cyber dalam waktu dekat.

Bayangkan saja, bagaimana jika perangkat monitor bayi kita digunakan untuk memata-matai seluruh aktivitas kita? Apakah mungkin televisi yang biasa kita tonton sehari-hari menjadi mata-mata kebiasaan kita saat menonton, atau misalnya saja mobil kita yang sudah terkomputerisasi diretas oleh hacker?

Seperti detikINET kutip dalam blog Symantec berjudul 'The Internet Of Things--New Threats Emerge in a Connected World', Sabtu (8/2/2014), perusahaan sekuriti ini membahas tentang potensi ancaman keamanan yang telah terjadi, bahkan ketika IOT masih dalam tahap awal.

Salah satu contoh utama adalah worm yang menargetkan komputer yang berjalan dengan Linux OS, yang baru-baru ini ditemukan oleh Kaoru Hayashi, penyidik Symantec.

Worm ini awalnya tampaknya biasa-biasa saja--meninggalkan backdoor pada komputer yang telah tersusupi, yang memungkinkan penyerang untuk mengeluarkan perintah-perintah kepadanya.

Meskipun komputer sering di-patched, Hayashi menemukan bahwa perangkat seperti home routers, set-top boxes, kamera-kamera keamanan, dan sistem kontrol industri rentan karena beberapa vendor tidak menyediakan update, disebabkan karena keterbatasan hardware atau teknologi yang usang, seperti ketidakmampuan untuk menjalankan versi-versi terbaru dari software.

Dengan pertumbuhan perangkat dengan fitur Internet akan mencapai 50 miliar sebelum tahun 2020, menurut Cisco, perangkat-perangkat ini dengan keamanan yang relatif rendah, kemungkinan menjadi salah satu sasaran utama dari penyerang cyber dalam waktu dekat.

Itu sebabnya, pengguna perangkat yang tersambung ke Internet sangat disarankan untuk melakukan pencegahan hal-hal sebagai berikut:

· Melakukan audit pada perangkat yang Anda miliki. Hanya karena perangkat tersebut tidak memiliki layar atau keyboard, bukan berarti tidak rentan terhadap serangan.

· Jika perangkat Anda sendiri terhubung ke jaringan rumah Anda, ada kemungkinan bahwa itu dapat diakses melalui Internet sehingga perlu diamankan.

· Perhatikan pengaturan keamanan pada perangkat apapun yang Anda beli. Jika diakses dari jarak jauh, nonaktifkan fitur ini jika tidak diperlukan. Ubah password yang sudah ada untuk sesuatu yang hanya Anda yang tahu.

· Jangan gunakan password yang umum atau mudah ditebak seperti '123456' atau 'password'. Kombinasi panjang huruf, angka dan simbol akan menghasilkan kata sandi yang kuat.

· Secara teratur memeriksa situs web produsen untuk melihat apakah ada pembaruan software perangkat. Jika kerentanan keamanan ditemukan, produsen seringkali akan melakukan patch dalam update baru ke software tersebut.

(rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed