Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Olimpiade pun Jadi 'Pesta' Penjahat Cyber

Olimpiade pun Jadi 'Pesta' Penjahat Cyber


Ardhi Suryadhi - detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Perhelatan Olimpiade tak cuma jadi pesta olahragawan dunia. Di internet, penjahat cyber juga ikut 'berpesta' merayakan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Hanya saja, 'pesta' yang digelar dedemit maya bukanlah ajang olahraga. Melainkan melancarkan berbagai modus untuk menyebarkan ancaman bagi pengguna internet di berbagai belahan dunia.

Menurut Symantec Intelligence Report, pada bulan Juli 2012 kemarin, aktivitas penjahat cyber kian agresif dalam mendompleng Olimpiade yang berlangsung di London, Inggris tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengamati bagaimana penyerang menggunakan hashtag bertema Olimpiade di Twitter untuk menyebarkan program jahat, mengemas ancaman dalam aplikasi Android bertema Olimpiade yang populer, dan membuat spam dan phishing penipuan yang disamarkan menjadi kontes yang disponsori oleh perusahaan kartu kredit," tulis Symantec, dalam laporannya.

"Semuanya dengan harapan mendapat keuntungan dari suasana kemeriahan acara (Olimpiade-red.) tersebut," lanjutnya.

Ada juga beberapa contoh spammer yang berusaha untuk mengelabui pengguna agar mengunduh program jahat. Sebagai contoh, satu email spam yang baru-baru ini ditemukan berisi link ke situs web yang menyerupai YouTube.

"Kami juga mengamati meningkatnya penggunaan toolkit serangan (juga dikenal sebagai kit eksploitasi) untuk menyebarkan program jahat," imbuh Symantec.

Jumlah aktivitas toolkit serangan dalam lanskap kini mencapai tiga kali rata-rata pada enam bulan terakhir tahun 2011. Meskipun penampilan dan hasil akhir serangan tersebut tetap sama dari sudut pandang pengguna, terjadi perubahan dalam hal cara toolkit serangan ini dibuat dan dikelola.

Sebelumnya toolkit dibeli sebagai aplikasi yang berdiri sendiri di pasar bawah tanah. Kini eksplotasi yang digunakan dijual sebagai plugin untuk kerangka toolkit atau proses eksploitasi keseluruhan, termasuk hosting server web, dan disewakan sebagai layanan.

"Kami juga menyoroti kerap diabaikannya dampak toolkit terhadap situs web pribadi dan UKM -- jika server web Anda tidak ditambal dan dilindungi secara benar dan aman, mungkin dapat dijadikan hosting untuk toolkit serangan," pungkas Symantec.

Pada bulan Juli sendiri, rasio spam global dalam trafik email meningkat sebesar 0,8 persen poin sejak Juni, menjadi 67,6%. Sementara tingkat spam di Indonesia juga meningkat sebesar 0,8 persen poin sejak Juni, menjadi 66,6%.

Adapun untuk urusan penyebaran malware diketahui 1 dalam 340,9 email di bulan Juli (turun sebesar 0,023 persen poin dari bulan Juni). Di Indonesia terjadi peningkatan menjadi 1 dalam 862,0 email, dibandingkan dengan 1 dalam 1072,2 email bulan lalu.

(ash/fyk)







Hide Ads
LIVE