Anggapan tersebut diutarakan oleh Lookout Mobile Security, salah satu vendor yang sudah cukup lama berkecimpung di aplikasi keamaan ponsel pintar.
Menurut Lookout, sebagaimana dilansir pada blog resminya, counterclank yang menggunakan services Apperhand bukanlah virus tapi cuma SDK untuk menjalankan iklan pada aplikasi yang berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parahnya lagi, menurut Symanntec counterclank sudah menginfeksi jutaan pengguna Android melalui 13 aplikasi yang ada di Android Market.
"Hingga kini itu (counterclank-red) lebih terlihat sebagai sarana iklan yang sedikit melanggar batas privasi, bukan malware berbahaya. Tapi hal ini harus tetap diperhatikan dan kami akan coba cari solusinya," tulis Lookout, seperti dikutip detikINET, Selasa (31/12/2012).
(eno/rou)