"Serangan hacker semakin jahat dan beracun. Mereka menyerang secara spesifik terutama ke kalangan eksekutif perusahaan," ucap Enrique Salem, CEO Symantec dalam event Symantec Vision 2011 di Marina Bay Sands, Singapura.
Perusahaan pun dinilai perlu mengantisipasi tren mengkhawatirkan ini. Apalagi terjadi ledakan arus informasi di perusahaan di mana sebagian informasi ini tergolong sensitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin canggihnya penjahat cyber dibuktikan dengan beberapa virus yang mampu menyerang target tertentu. Seperti Stuxnet yang bisa merusak infrastruktur penting.
Kemudian turunannya Duqu yang memiliki pola seperti Stuxnet. Duqu ditengarai bisa menyerang dan mengumpulkan informasi sensitif.
Teknologi sekuriti dari Symantec pun coba berfokus pada keamanan informasi. Layanan sekuriti berbasis cloud mereka diklaim mumpuni menghadapi tantangan keamanan cyber yang dinamis.
(fyk/sha)