Pria itu bernama George Bronk (24). Ia menyebarkan foto tak pantas yang ditemukannya di akun email milik para korban kemudian menyebarkannya pada keluarga, teman dan rekan kerja si korban yang ada di kontak. Korban dari aksi memalukan ini pun tak bisa dibilang sedikit. Sekitar 46 wanita mengaku pada penyelidik bahwa mereka telah menjadi korban Bronk. Penyelidik juga menjumpai sebanyak 172 file email yang berisi foto tak pantas di komputer Bronk.
Bagaimana bisa Bronk mengambil foto-foto tersebut? Ternyata ia melakukan pengamatan pada akun Facebook para korban dan memakainya untuk mencari jawaban 'security question' yang ada di email. Jawaban ini bisa jadi informasi mengenai nama sekolah atau warna favorit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikINET dari USAToday, Senin (25/7/2011), Bronk mengaku melakukannya untuk kesenangan belaka. Hal ini membangkitkan kesadaran akan betapa berisikonya menjadi pengguna internet dan mengingatkan kita bahwa memiliki password yang kuat saja tidak cukup. Memilih jawaban yang kuat untuk pertanyaan 'security question' adalah salah satu langkah pengaman yang manjur.
Bronk sendiri mengawali aksi jahatnya pada bulan Desember 2009 dan berlanjut setelahnya. Bronk kini harus mendekam di balik jeruji besi selama 4 tahun atas tuduhan pelanggaran yang ia lakukan di email dan situs jejaring Facebook, serta tambahan 8 bulan terkait pornografi anak.
(sdj/ash)