Hal ini diungkapkan oleh sebuah lembaga keamanan asal Inggris, Context, yang menyebutkan beberapa kelemahan dari Web Graphics Library (WebGL).
Dengan WebGL, sebuah sebuah browser bisa langsung berkomunikasi dengan Application Programming Interface (API) di kartu grafis. Fungsinya, agar memperlancar browser menampilkan situs berbasis HTML5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena bisa mengakses langsung ke kartu grafis, penyerang bisa memanipulasi script khusus di dalam situsnya yang bisa bikin komputer kewalahan. Selain bisa menguras resource PC, script tersebut konon juga bisa membuat 'celah' pada sistem komputer sehingga mudah diserang.
"Saat ini sudah sangat mudah untuk melakukan serangan DDos. Namun ketika penyerang sudah bisa mengambil alih komponen komputer, serangan tersebut menjadi lebih bahaya," klaim lembaga Context, dikutip detikINET dari informationweek, Jumat (13/5/2011).

Metode penyerangan WebGL
(eno/ash)