Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom mengakui adanya faktor risiko bagi pengguna bajakan. Namun, Alfons mengatakan, juga ada hal-hal yang perlu diluruskan.
"Seakan-akan kalau orang yang kena virus hanyalah yang pakai bajakan, padahal dalam kenyataannya banyak pengguna aplikasi original berbayar juga kena virus," ujar Alfons pada detikINET, Senin (2/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang benar kalau pakai aplikasi bajakan lebih rentan terinfeksi virus karena tidak bisa update security patch, tetapi itu juga terjadi pada pengguna aplikasi orisinal yang berbayar. Kalau memang yang bayar juga malas update patch," ia menegaskan.
Selain itu, Alfons kembali menegaskan bahwa pengguna perlu melakukan back-up teratur untuk mencegah dampak dari kejadian-kejadian buruk.
"Kalau mau aman, solusi satu-satunya adalah back-up teratur. Yang mengamankan data kita adalah kedisiplinan kita, bukan software-nya," kata Alfons.
(wsh/wsh)